DWJ Manajement - PORTAL

Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Orang Sakit Malaria

Oleh: DWJ-Manajement 19 Aug 2026
Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Orang Sakit Malaria

Bahlil Sebut Harga Minyak Dunia 'Seperti Orang Sakit Malaria', Geopolitik Jadi Pemicu Utama

Ketidakpastian harga minyak mentah global menuntut kewaspadaan ekstra terhadap stabilitas energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan peringatan keras mengenai kondisi pasar energi global saat ini. Dalam pernyataan terbarunya, Bahlil menggunakan analogi yang cukup tajam untuk menggambarkan kondisi harga minyak dunia yang tengah mengalami volatilitas ekstrem. Ia menyebut harga minyak mentah dunia saat ini kondisinya "seperti orang sakit malaria".

Istilah "sakit malaria" yang dilontarkan Bahlil merujuk pada karakteristik harga minyak yang tidak menentu, mengalami lonjakan secara tiba-tiba (demam), namun bisa juga merosot tajam dalam waktu singkat (menggigil). Ketidakstabilan ini bukan tanpa alasan, melainkan dampak langsung dari ketegangan geopolitik yang tengah membara di berbagai belahan dunia, yang secara otomatis mengganggu rantai pasok energi global.

Analogi Malaria: Mengapa Harga Minyak Dunia Tidak Stabil?

Dalam dunia ekonomi energi, volatilitas adalah musuh utama bagi perencanaan fiskal sebuah negara. Bahlil menjelaskan bahwa fluktuasi yang terjadi saat ini sangat sulit diprediksi. Ketika terjadi eskalasi konflik di wilayah penghasil minyak, harga akan melonjak drastis karena kekhawatiran akan terhentinya suplai. Namun, ketika sentimen pasar berubah atau ada sinyal perlambatan ekonomi global, harga bisa langsung jatuh secara tidak terduga.

Kondisi "malaria" ini menciptakan ketidakpastian bagi para pelaku pasar, investor, hingga pemerintah dalam menyusun kebijakan energi. Bagi Indonesia, kondisi ini bukan sekadar angka di papan bursa komoditas, melainkan ancaman nyata terhadap stabilitas ekonomi domestik, terutama terkait beban subsidi energi.

Geopolitik Sebagai Pemicu Utama Disrupsi

Mengapa tensi geopolitik menjadi faktor penentu? Ada beberapa titik panas (hotspots) di dunia yang menjadi pusat perhatian pasar minyak dunia:

Konflik di Timur Tengah: Ketegangan yang terus berlanjut di kawasan Timur Tengah selalu menjadi ancaman bagi jalur distribusi minyak global, terutama melalui Selat Hormuz yang merupakan urat nadi perdagangan minyak dunia.

Perang Rusia-Ukraina: Perang yang masih berlangsung telah mengubah peta distribusi energi dunia secara fundamental. Sanksi terhadap Rusia dan perubahan aliran pasokan minyak ke Eropa menciptakan dinamika baru yang sangat sensitif terhadap isu keamanan.