DWJ Manajement - PORTAL

Bahlil Rayu Investor Bangun Data Center di RI: Pulau Kami Masih Terlalu Banyak

Oleh: DWJ-Manajement 22 Sep 2026
Bahlil Rayu Investor Bangun Data Center di RI: Pulau Kami Masih Terlalu Banyak

Diversifikasi Lahan: Mengurangi tekanan urbanisasi di kota-kota besar dengan menyediakan opsi lahan luas di pulau-pulau lain yang lebih efisien secara biaya.

Energi: Tulang Punggung Pusat Data Masa Depan

Selain masalah lahan, tantangan terbesar bagi industri pusat data di seluruh dunia adalah kebutuhan energi yang sangat masif dan berkelanjutan. Pusat data beroperasi 24 jam sehari dengan konsumsi listrik yang sangat tinggi untuk menggerakkan server serta sistem pendingin.

Bahlil menyoroti bahwa Indonesia memiliki sumber energi yang sangat beragam. Hal ini menjadi kartu as bagi pemerintah untuk menarik investor yang kini mulai beralih ke konsep Green Data Center atau pusat data ramah lingkungan. Investor global, terutama perusahaan teknologi besar seperti Google, Microsoft, dan Amazon, memiliki komitmen tinggi terhadap target emisi nol bersih (Net Zero Emission).

Indonesia memiliki modalitas energi yang sangat lengkap untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mulai dari:

Energi Terbarukan (EBT): Potensi besar dari tenaga surya, angin, hidro (air), hingga panas bumi (geotermal) yang melimpah.

Energi Fosil yang Stabil: Sebagai transisi, ketersediaan energi berbasis batubara dan gas alam memastikan stabilitas pasokan listrik yang dibutuhkan untuk operasional tanpa henti.

Integrasi Energi Terpusat: Kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai sumber energi guna menciptakan ekosistem energi yang stabil bagi kawasan industri digital.