Bahlil menekankan bahwa tanpa pasokan gas yang stabil, target pemerintah dalam menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi akan sulit tercapai. Oleh karena itu, alokasi energi harus difokuskan pada pembangunan ekonomi dalam negeri terlebih dahulu.
Menjaga Ketahanan Energi Nasional
Selain faktor hilirisasi, aspek ketahanan energi nasional menjadi alasan krusial lainnya. Bahlil menyatakan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi kepentingan masyarakat dan industri domestik.
Dengan mengalihkan sebagian pasokan yang sebelumnya untuk ekspor ke kebutuhan dalam negeri, Indonesia diharapkan mampu membangun kemandirian energi. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga energi di pasar internasional.
Kesimpulan
Kebijakan pemangkasan pasokan gas ke Singapura merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengamankan agenda hilirisasi dan memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa sumber daya alam Indonesia memberikan manfaat maksimal bagi pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi di dalam negeri.