Bamsoet mendorong adanya optimalisasi infrastruktur pendukung penerbangan kargo. Efisiensi ini dapat dicapai melalui beberapa aspek berikut:
Modernisasi Fasilitas Bandara: Peningkatan kapasitas gudang kargo (cargo terminal) dan teknologi pemindaian barang di bandara-bandara utama.
Integrasi Multimoda: Memastikan koneksi yang mulus antara bandara dengan moda transportasi darat agar proses last-mile delivery tidak terhambat.
Digitalisasi Manajemen Logistik: Penggunaan sistem pelacakan (tracking) dan manajemen inventaris berbasis teknologi untuk mengurangi risiko kehilangan dan keterlambatan.
Regulasi yang Mendukung: Penyederhanaan prosedur kepabeanan dan regulasi penerbangan yang memberikan kepastian hukum bagi operator kargo.
Dampak Positif terhadap UMKM dan Ekonomi Lokal
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar ekonomi Indonesia. Namun, banyak pelaku UMKM yang kesulitan memperluas pasar karena kendala biaya kirim yang mahal dan waktu pengiriman yang lama. Dengan adanya dorongan pada penerbangan kargo, UMKM dapat mengirimkan produk unggulan mereka—seperti kerajinan tangan, produk olahan pangan, hingga fashion—ke seluruh penjuru negeri dengan lebih cepat dan terjangkau.
Hal ini akan menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang luar biasa. Ketika permintaan dari luar daerah meningkat, produksi di tingkat lokal akan ikut naik, yang kemudian akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan per kapita di daerah asal produk tersebut.
Strategi Penguatan Konektivitas Udara ke Depan
Untuk mewujudkan visi kargo udara sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi, diperlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, operator maskapai, dan pelaku industri logistik. Bamsoet menyarankan agar pemerintah memberikan perhatian lebih pada kebijakan insentif bagi maskapai yang membuka rute kargo ke wilayah-wilayah yang selama ini kurang terlayani.