Erosi pada Kaca Kokpit: Partikel abu yang tajam dapat mengikis permukaan kaca kokpit (windshield), sehingga mengganggu visibilitas pilot selama penerbangan.
Gangguan Instrumen Navigasi: Abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan pada sistem sensor elektronik pesawat, yang dapat memberikan informasi yang tidak akurat kepada pilot.
Situasi Terkini di Bandara Husein Sastranegara dan Pondok Cabe
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di Bandara Husein Sastranegara tampak mengalami penyesuaian jadwal yang cukup masif. Sebagian besar penerbangan domestik yang dijadwalkan mendarat atau lepas landas dari bandara ini mengalami penundaan (delay) atau pengalihan rute (divert) ke bandara alternatif.
Sementara itu, di Bandara Pondok Cabe yang melayani penerbangan jet pribadi dan penerbangan charter, situasi serupa juga terjadi. Penutupan sementara ini diberlakukan hingga adanya informasi terbaru dari otoritas meteorologi dan navigasi udara yang menyatakan bahwa kondisi ruang udara telah dinyatakan aman dari ancaman abu vulkanik.
Pihak pengelola bandara saat ini tengah berkoordinasi intensif dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau pergerakan awan abu secara real-time. Penutupan ini bersifat dinamis, artinya dapat dibuka kembali sewaktu-waktu jika kondisi cuaca dan sebaran abu dinyatakan sudah kembali normal.
Imbauan bagi Penumpang dan Maskapai
Menyikapi situasi darurat ini, para penumpang yang memiliki jadwal penerbangan melalui Bandung sangat disarankan untuk melakukan langkah-langkah berikut demi kenyamanan dan kepastian perjalanan:
Cek Jadwal Secara Berkala: Jangan langsung menuju bandara tanpa memastikan status penerbangan Anda. Gunakan aplikasi resmi maskapai atau website resmi bandara untuk mendapatkan update paling akurat.
Hubungi Call Center Maskapai: Jika terjadi pembatalan atau perubahan jadwal, segera hubungi pihak maskapai untuk menanyakan opsi pengalihan penerbangan atau proses pengembalian dana (refund).