DWJ Manajement - PORTAL

Bangun 100 GW Energi Surya, Prabowo: Matahari RI Tak Boleh Terbuang!

Oleh: DWJ-Manajement 14 Aug 2026
Bangun 100 GW Energi Surya, Prabowo: Matahari RI Tak Boleh Terbuang!

Dengan mengalihkan fungsi PLTD ke PLTS, pemerintah tidak hanya bertujuan untuk menurunkan emisi karbon, tetapi juga untuk menekan biaya produksi listrik jangka panjang. Energi surya menawarkan biaya marjinal yang mendekati nol setelah infrastruktur awal terbangun, sebuah keunggulan yang tidak dimiliki oleh pembangkit berbasis fosil.

Strategi Mencapai Target 100 GW

Mencapai angka 100 GW bukanlah perkara mudah. Ini memerlukan transformasi besar-besaran pada sektor infrastruktur, regulasi, hingga pendanaan. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo diprediksi akan mengambil beberapa langkah strategis untuk merealisasikan target ini.

1. Modernisasi Jaringan Transmisi (Smart Grid)

Energi surya memiliki karakteristik intermitensi, di mana produksi listrik sangat bergantung pada kondisi cuaca dan waktu (siang dan malam). Untuk mengatasi hal ini, pemerintah perlu membangun smart grid atau jaringan listrik pintar yang mampu mengelola distribusi energi secara dinamis. Selain itu, pembangunan sistem penyimpanan energi berbasis baterai (Battery Energy Storage System/BESS) menjadi syarat mutlak agar pasokan listrik tetap stabil meskipun matahari tidak bersinar.

2. Menarik Investasi Asing dan Domestik

Pembangunan infrastruktur skala 100 GW membutuhkan kapital yang sangat besar. Pemerintah harus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui pemberian insentif pajak, kemudahan perizinan, dan kepastian hukum bagi para investor di sektor energi terbarukan. Kolaborasi antara BUMN, sektor swasta nasional, dan investor internasional akan menjadi kunci keberhasilan pendanaan proyek ini.

3. Pengembangan Industri Manufaktur Lokal

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya hilirisasi. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi panel surya impor. Pemerintah bertekad mendorong pembangunan pabrik pembuatan sel surya dan komponen pendukung lainnya di dalam negeri. Hal ini bertujuan agar transformasi energi ini juga memberikan efek pengganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat

Transformasi menuju 100 GW energi surya akan membawa dampak yang luas, tidak hanya pada sektor energi, tetapi juga pada struktur ekonomi nasional secara keseluruhan.

Pertumbuhan Lapangan Kerja Baru: Sektor energi terbarukan dikenal sebagai penyerap tenaga kerja yang masif, mulai dari tahap konstruksi, instalasi, hingga pemeliharaan teknologi tinggi. Ini akan membuka peluang bagi teknisi, insinyur, hingga tenaga kerja terampil lainnya.

Stabilitas Harga Listrik: Dengan berkurangnya ketergantungan pada bahan bakar fosil yang harganya ditentukan oleh pasar global, harga listrik domestik diharapkan dapat lebih stabil dalam jangka panjang. Hal ini akan sangat menguntungkan sektor industri dan rumah tangga.