Digitalisasi Pencatatan Keuangan: Setiap transaksi yang dilakukan melalui fitur ini tercatat secara digital, membantu pelaku UMKM memiliki rekam jejak finansial yang lebih rapi untuk keperluan akses kredit di masa depan.
Pengalaman Konsumen yang Lebih Baik: Menghilangkan kecanggungan sosial saat makan bersama dan mempercepat proses antrean di kasir.
Dengan mengintegrasikan teknologi ini ke dalam ekosistem pembayaran harian, bank bjb berhasil mendorong pelaku UMKM untuk "naik kelas" melalui digitalisasi transaksi yang lebih modern dan terstruktur.
Agen Laku Pandai: Menjangkau yang Tak Terjangkau
Selain fokus pada digitalisasi transaksi di kawasan urban, bank bjb juga menunjukkan kepeduliannya terhadap pemerataan akses keuangan di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh kantor cabang konvensional. Melalui program Agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif), bank bjb telah membangun jembatan inklusi keuangan bagi masyarakat luas.
Program ini memberdayakan masyarakat lokal untuk menjadi perpanjangan tangan bank dalam memberikan layanan keuangan dasar. Agen Laku Pandai memungkinkan warga di pelosok desa atau daerah terpencil untuk melakukan berbagai transaksi perbankan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.
Peran strategis Agen Laku Pandai dalam pengembangan ekonomi daerah meliputi:
Penyediaan Akses Perbankan Dasar: Masyarakat dapat melakukan setoran, tarik tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan rutin melalui agen terdekat.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Menjadi agen memberikan peluang penghasilan tambahan bagi masyarakat setempat, sehingga menciptakan lapangan kerja baru di tingkat desa.