Jangkauan Nasional yang Luas: Bank BUMN memiliki jaringan kantor cabang hingga ke pelosok daerah, sehingga memudahkan distribusi dana ke daerah-daerah tertinggal.
Pendukung Program Strategis Nasional: Mulai dari pembiayaan infrastruktur hingga program subsidi perumahan, Bank BUMN adalah motor utamanya.
Stabilitas Sistemik: Sebagai bank sistemik, kesehatan finansial Bank BUMN secara langsung berdampak pada stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan.
Kapasitas Penyaluran Kredit UMKM: Bank BUMN memegang porsi terbesar dalam penyaluran kredit bagi sektor UMKM yang menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak di Indonesia.
Dampak Positif terhadap Sektor Riil dan UMKM
Salah satu dampak yang paling dinantikan dari kebijakan ini adalah kemudahan akses permodalan bagi masyarakat luas. Likuiditas yang melimpah di perbankan seharusnya diikuti dengan penurunan atau setidaknya stabilisasi suku bunga kredit. Jika perbankan memiliki likuiditas yang cukup, tekanan untuk menaikkan bunga kredit akibat biaya dana (cost of fund) yang tinggi dapat diminimalisir.
Bagi pelaku UMKM, ketersediaan kredit yang murah dan mudah akan menjadi angin segar. Sektor ini seringkali kesulitan mendapatkan akses modal karena dianggap memiliki risiko tinggi oleh perbankan komersial. Dengan dukungan likuiditas dari pemerintah, Bank BUMN diharapkan dapat lebih agresif dalam memperluas portofolio kredit mikro dan kecil, yang pada akhirnya akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru.
Selain UMKM, sektor industri manufaktur dan infrastruktur juga akan merasakan dampaknya. Proyek-proyek strategis nasional yang membutuhkan pendanaan jangka panjang dapat berjalan lebih lancar tanpa terkendala masalah arus kas perbankan. Hal ini menciptakan efek domino positif: produksi meningkat, penyerapan tenaga kerja naik, dan daya beli masyarakat pun ikut terangkat.
Memperkuat Ketahanan terhadap Guncangan Global