Bank Mandiri Evaluasi Suku Bunga Deposito, Upayakan Cost of Fund Tetap di Level 1,9 Persen
Langkah Strategis Mengantisipasi Kenaikan BI Rate guna Menjaga Stabilitas Margin Keuntungan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tengah melakukan langkah evaluasi mendalam terkait kebijakan suku bunga simpanan, khususnya deposito, menyusul langkah Bank Indonesia (BI) yang melakukan penyesuaian suku bunga acuan (BI Rate). Langkah ini diambil sebagai bagian dari manajemen risiko keuangan perusahaan untuk memastikan bahwa kenaikan beban bunga tidak mengganggu stabilitas laba dan efisiensi operasional bank.
Hingga saat ini, manajemen Bank Mandiri belum mengambil keputusan final terkait apakah akan menaikkan suku bunga deposito bagi nasabah ritel maupun korporasi. Evaluasi internal yang sedang berjalan mencakup analisis terhadap likuiditas pasar, pergerakan suku bunga kompetitor, serta proyeksi pertumbuhan kredit di masa mendatang. Fokus utama bank saat ini adalah menjaga agar biaya dana atau cost of fund (CoF) tetap terkendali pada level yang ditargetkan, yakni di kisaran 1,9 persen.
Dampak Kebijakan Moneter terhadap Sektor Perbankan
Kenaikan BI Rate biasanya memberikan tekanan langsung kepada sektor perbankan. Ketika bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi atau menstabilkan nilai tukar rupiah, biaya untuk menghimpun dana di pasar cenderung meningkat. Perbankan secara umum menghadapi dilema: jika mereka menaikkan suku bunga deposito untuk menarik minat nasabah, maka biaya dana (CoF) akan membengkak. Sebaliknya, jika bunga deposito tetap rendah, risiko terjadinya pelarian dana (outflow) ke instrumen investasi lain yang lebih menguntungkan menjadi sangat besar.
Bagi bank berskala besar seperti Bank Mandiri, manajemen likuiditas yang presisi menjadi kunci utama. Bank Mandiri harus mampu menyeimbangkan antara kebutuhan untuk menjaga ketersediaan dana segar guna penyaluran kredit dengan kebutuhan untuk menjaga margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) agar tetap tebal.
Strategi Bank Mandiri dalam Menjaga Cost of Fund (CoF)
Menjaga cost of fund di level 1,9 persen bukanlah perkara mudah di tengah tren suku bunga yang bergerak naik. Hal ini menuntut bank untuk lebih agresif dalam mengoptimalkan struktur pendanaan mereka. Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah dengan memperkuat basis dana murah atau low-cost fund yang berasal dari Current Account Savings Account (CASA).
CASA, yang terdiri dari tabungan dan giro, merupakan komponen krusial dalam menekan CoF. Semakin besar proporsi CASA dalam total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun, maka semakin rendah rata-rata biaya yang harus dikeluarkan bank untuk membayar bunga kepada nasabah. Berikut adalah beberapa fokus utama dalam strategi manajemen dana Bank Mandiri: