Optimalisasi Ekosistem Digital: Melalui aplikasi Livin' by Mandiri, bank berupaya mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi harian, yang secara langsung akan meningkatkan saldo tabungan (CASA).
Ekspansi Basis Nasabah Retail: Dengan menyasar segmen retail yang memiliki kecenderungan menyimpan dana di tabungan daripada deposito, bank dapat menekan rata-rata beban bunga.
Manajemen Deposito Berjangka: Melakukan seleksi ketat terhadap komposisi deposito, dengan memprioritaskan dana yang stabil namun memiliki biaya bunga yang kompetitif.
Analisis Sensitivitas Suku Bunga: Melakukan simulasi berkala untuk melihat sejauh mana kenaikan BI Rate akan berdampak pada kenaikan CoF jika suku bunga deposito disesuaikan.
Mengapa Angka 1,9 Persen Sangat Krusial?
Angka 1,9 persen bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator efisiensi yang akan menentukan performa keuangan bank di akhir tahun. Jika CoF melampaui target tersebut secara signifikan, maka margin keuntungan bank akan tergerus. Dalam dunia perbankan, selisih antara bunga yang dibayarkan kepada penyimpan dana (biaya dana) dan bunga yang diterima dari peminjam (pendapatan bunga) adalah sumber keuntungan utama.
Jika biaya dana naik terlalu cepat sementara suku bunga kredit tidak dapat dinaikkan dengan kecepatan yang sama (karena alasan daya beli masyarakat atau regulasi), maka NIM akan menyusut. Penurunan NIM ini dapat berdampak pada penurunan laba bersih, yang pada akhirnya akan mempengaruhi persepsi investor terhadap saham perbankan di pasar modal.
Tantangan Likuiditas dan Persaingan Antar Bank