Perbaikan Kognitif: Nutrisi yang cukup pada masa pertumbuhan sangat berpengaruh terhadap kecerdasan dan kemampuan belajar anak di sekolah.
Pencegahan Stunting: Memberikan asupan protein dan mikronutrien secara rutin dapat menekan angka gagal tumbuh pada anak-anak.
Peningkatan Daya Saing: Generasi yang sehat dan cerdas akan menjadi modal utama Indonesia dalam menghadapi persaingan ekonomi global dan bonus demografi.
Kesehatan Jangka Panjang: Mengurangi risiko penyakit tidak menular (PTM) yang biasanya muncul akibat pola makan yang buruk sejak dini.
Multiplier Effect: Menggerakkan Ekonomi Lokal
Selain manfaat kesehatan, Sudaryono juga menyoroti sisi ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis. Ia meyakini bahwa program ini akan menciptakan multiplier effect atau efek domino yang positif bagi ekonomi kerakyatan. Alih-alih hanya menjadi pengeluaran konsumtif, MBG dirancang untuk melibatkan rantai pasok lokal secara masif.
Dalam implementasinya, BGN akan melibatkan berbagai sektor ekonomi mikro, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku UMKM di setiap daerah. Hal ini diprediksi akan menghidupkan ekonomi di tingkat desa dan kecamatan.
Beberapa sektor yang akan mendapatkan dampak langsung meliputi:
Sektor Pertanian: Penyerapan hasil panen padi, sayur-mayur, dan buah-buahan dari petani lokal.
Sektor Peternakan: Permintaan tinggi terhadap telur, daging ayam, dan susu dari peternak daerah.