DWJ Manajement - PORTAL

Banyak Kapal Berbendera Asing, Prabowo Mau Perbanyak Armada Merah Putih

Oleh: DWJ-Manajement 27 Jul 2026
Banyak Kapal Berbendera Asing, Prabowo Mau Perbanyak Armada Merah Putih

Mengapa Armada Merah Putih Sangat Krusial?

Presiden Prabowo menekankan bahwa memperbanyak kapal berbendera Merah Putih adalah bagian dari visi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Dengan memiliki armada domestik yang kuat, Indonesia tidak hanya mengamankan jalur perdagangannya sendiri, tetapi juga mampu meningkatkan posisi tawar di mata internasional.

Penguatan armada nasional juga akan memberikan dampak langsung pada terciptanya lapangan kerja bagi putra-putri bangsa, mulai dari awak kapal, teknisi mesin, hingga manajemen logistik pelabuhan. Hal ini sejalan dengan semangat hilirisasi dan penguatan industri dalam negeri yang terus digalakkan oleh pemerintah.

Strategi Pemerintah: Penguatan Prinsip Cabotage dan Industri Galangan

Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah tidak hanya akan fokus pada pengadaan kapal, tetapi juga pada perbaikan ekosistem maritim secara menyeluruh. Salah satu langkah kunci yang akan diambil adalah penegakan aturan prinsip cabotage secara lebih ketat dan konsisten.

Prinsip cabotage mewajibkan bahwa seluruh kegiatan angkutan laut dalam negeri harus menggunakan kapal berbendera Indonesia dengan awak kapal berkebangsaan Indonesia. Meskipun aturan ini sudah ada, implementasi di lapangan seringkali menemui celah yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menggunakan kapal asing dengan dalih efisiensi atau keterbatasan armada domestik.

Langkah-Langkah Strategis yang Akan Ditempuh:

Dalam upayanya memperbanyak armada Merah Putih, Presiden Prabowo dan jajaran kabinet terkait tengah menyiapkan sejumlah skema strategis, di antaranya:

Insentif Pembiayaan Kapal: Memberikan kemudahan akses kredit dan skema pembiayaan yang ringan bagi pengusaha pelayaran nasional untuk melakukan peremajaan dan penambahan armada.

Revitalisasi Industri Galangan Kapal: Mendorong industri pembuatan kapal dalam negeri agar mampu memproduksi kapal-kapal modern dengan harga kompetitif, sehingga pengusaha lokal tidak lagi merasa kalah saing dengan kapal impor.

Digitalisasi Logistik Maritim: Membangun sistem integrasi data pelayaran yang transparan untuk mempermudah pengawasan terhadap jenis dan bendera kapal yang beroperasi di perairan Indonesia.

Peningkatan Kualitas SDM Maritim: Memperkuat pendidikan dan pelatihan vokasi di bidang maritim guna menghasilkan pelaut dan tenaga ahli yang kompeten secara global.