Risiko Likuiditas Rendah: Meskipun batasnya Rp 1, bukan berarti semua saham di harga tersebut akan likuid. Ada risiko saham tetap sulit dijual karena tidak ada pembeli di harga tersebut.
Risiko Manipulasi Harga: Saham dengan harga sangat rendah seringkali menjadi target praktik manipulasi pasar atau "pom-pom" oleh oknum tidak bertanggung jawab karena modal yang dibutuhkan untuk menggerakkan harga sangatlah kecil.
Risiko Psikologis: Melihat portofolio yang nilainya merosot hingga ke level satu rupiah dapat memicu kepanikan (panic selling) di kalangan investor ritel.
Dampak Bagi Emiten dan Emiten yang Berisiko
Bagi perusahaan atau emiten, kebijakan ini memberikan fleksibilitas dalam manajemen harga saham. Emiten tidak lagi merasa tertekan oleh batas psikologis Rp 50 yang seringkali dianggap sebagai "zona mati". Namun, hal ini juga menuntut emiten untuk lebih transparan dalam melaporkan kinerja keuangan mereka.
Emiten yang memiliki fundamental buruk akan menghadapi kenyataan pahit bahwa harga saham mereka bisa merosot hingga ke angka Rp 1. Hal ini secara tidak langsung akan menjadi sinyal kuat bagi pasar mengenai kesehatan perusahaan tersebut. Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan dapat mendorong emiten untuk terus memperbaiki tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) agar nilai saham mereka tetap terjaga di level yang layak.
Kesimpulan
Penerapan batas minimal harga saham Rp 1 merupakan langkah transformatif bagi Bursa Efek Indonesia dalam upaya modernisasi dan menciptakan pasar yang lebih fleksibel. Kebijakan ini secara efektif mengakhiri era "saham gocap" dan membuka peluang baru bagi likuiditas pasar.
Namun, bagi investor, perubahan ini harus disikapi dengan kewaspadaan tinggi. Fleksibilitas harga yang lebih luas berarti risiko volatilitas yang juga lebih besar. Sangat disarankan bagi para investor, terutama ritel, untuk tetap mengedepankan analisis fundamental yang kuat dan tidak terjebak dalam euforia saham-saham murah yang tidak memiliki landasan kinerja yang jelas. Di pasar yang baru ini, edukasi dan manajemen risiko menjadi kunci utama untuk bertahan dan meraih keuntungan.