Menjaga Daya Beli Masyarakat: Kenaikan harga barang dan jasa (inflasi) secara konsisten telah menggerus daya beli. Dengan menaikkan PTKP, masyarakat akan memiliki sisa uang lebih banyak untuk konsumsi rumah tangga.
Stimulus Pertumbuhan Ekonomi: Ekonomi Indonesia sangat bergantung pada konsumsi domestik. Ketika masyarakat memiliki uang lebih untuk belanja, perputaran uang di pasar akan meningkat, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan PDB.
Keadilan Sosial: Penyesuaian PTKP memastikan bahwa beban pajak tidak menekan kelompok masyarakat yang secara ekonomi berada di garis batas kemiskinan atau kelas menengah bawah.
Adaptasi Terhadap Inflasi: Nilai uang yang tetap (stagnan) pada batas PTKP lama membuat beban pajak terasa lebih berat secara riil akibat penurunan nilai mata uang terhadap barang kebutuhan.
Dengan menaikkan ambang batas ini, pemerintah sebenarnya sedang melakukan redistribusi beban ekonomi agar lebih merata dan tidak hanya bertumpu pada kelompok pekerja formal yang setiap bulannya dipotong pajak secara langsung melalui sistem withholding tax.
Dampak Kenaikan PTKP terhadap Ekonomi Nasional
Kebijakan menaikkan PTKP memiliki efek domino yang luas. Secara mikro, dampaknya akan langsung dirasakan oleh individu. Pekerja akan melihat kenaikan pada gaji bersih (take home pay) mereka meskipun gaji pokok tidak naik. Hal ini secara psikologis juga dapat meningkatkan moral pekerja karena merasa beban fiskal mereka berkurang.
Namun, secara makro, pemerintah juga harus melakukan perhitungan matang terkait potensi penurunan penerimaan negara. Berikut adalah analisis dampak yang mungkin terjadi:
1. Sisi Positif: Stimulasi Konsumsi
Peningkatan disposable income akan memicu konsumsi rumah tangga. Sektor retail, manufaktur, hingga jasa akan menikmati peningkatan permintaan. Ketika konsumsi meningkat, dunia usaha akan bergerak, lapangan kerja tetap terjaga, dan roda ekonomi berputar lebih cepat.