DWJ Manajement - PORTAL

BEI Siap Hapus Batas Rp50, Saham Bisa Diperdagangkan Mulai Rp1

Oleh: DWJ-Manajement • 20 Aug 2026
BEI Siap Hapus Batas Rp50, Saham Bisa Diperdagangkan Mulai Rp1

Peningkatan Likuiditas Pasar: Dengan rentang harga yang lebih luas, volume transaksi diperkirakan akan meningkat karena saham-saham yang sebelumnya tidak aktif dapat kembali bergerak dan diperdagangkan.

Proses Price Discovery yang Lebih Akurat: Mekanisme penemuan harga akan menjadi lebih efisien. Harga saham akan benar-benar mencerminkan kondisi fundamental perusahaan tanpa terhalang oleh batas teknis harga minimum.

Efisiensi bagi Investor: Investor memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam melakukan manajemen risiko. Mereka dapat melakukan "cut loss" atau keluar dari posisi pada harga yang lebih rasional dibandingkan harus tertahan di level Rp50 tanpa ada pembeli.

Daya Tarik bagi Investor Asing: Pasar yang lebih dinamis dan memiliki mekanisme pembentukan harga yang efisien cenderung lebih menarik bagi investor institusi global yang mengutamakan likuiditas tinggi.

Mekanisme Pembentukan Harga dan Tantangan Regulasi

Meskipun langkah ini menjanjikan efisiensi, implementasi penghapusan batas Rp50 ini tentu memerlukan kajian teknis yang sangat mendalam. Salah satu aspek krusial yang harus disiapkan adalah penyesuaian tick size atau fraksi harga. Jika saham dapat diperdagangkan hingga Rp1, maka interval perubahan harga (fraksi) harus diatur sedemikian rupa agar tidak menimbulkan volatilitas yang liar namun tetap menjaga efisiensi transaksi.

Selain itu, BEI juga harus bekerja sama erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan bahwa aturan baru ini tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu. Ada beberapa risiko yang perlu dimitigasi, seperti:

Risiko Manipulasi Pasar

Saham dengan harga sangat rendah (penny stocks) memiliki risiko tinggi terhadap praktik pump and dump. Dengan harga yang bisa menyentuh Rp1, spekulan dapat dengan mudah memanipulasi harga dalam skala kecil namun berdampak besar pada persepsi publik. Oleh karena itu, sistem pengawasan otomatis (automated surveillance system) milik BEI perlu diperkuat untuk mendeteksi pola perdagangan tidak wajar secara real-time.

Volatilitas Ekstrim

Perubahan harga dari Rp1 ke Rp2 secara nominal memang kecil, namun secara persentase, itu adalah kenaikan sebesar 100%. Hal ini dapat memicu volatilitas yang sangat tinggi pada saham-saham berharga rendah. BEI perlu menyiapkan mekanisme auto rejection yang lebih adaptif untuk melindungi investor dari fluktuasi harga yang tidak masuk akal dalam waktu singkat.