Ketidakpastian Transaksi: Transaksi menjadi tidak aktif, yang membuat investor merasa terjebak dalam posisi "buy and hold" yang tidak diinginkan.
Risiko Volatilitas Harga dan Potensi Manipulasi
Selain masalah likuiditas, kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada sedikit pihak juga membuka celah bagi volatilitas harga yang tidak wajar. Ketika jumlah saham yang beredar di publik sangat sedikit, maka pergerakan harga dapat dengan mudah digerakkan oleh transaksi dalam volume yang relatif kecil.
Para analis pasar modal mengingatkan bahwa kondisi ini sangat rawan terhadap praktik manipulasi harga. Jika seorang atau sekelompok kecil pihak menguasai mayoritas saham, mereka memiliki kekuatan untuk mengontrol suplai saham di pasar. Dengan menahan sebagian besar saham dan melakukan transaksi di pasar reguler dengan volume tertentu, harga saham dapat dipacu naik secara artifisial atau justru dijatuhkan dengan cepat.
Bagi investor ritel, fenomena ini seringkali menjadi jebakan. Harga saham mungkin tampak bergerak sangat agresif dengan kenaikan persentase yang fantastis dalam waktu singkat, namun kenaikan tersebut seringkali tidak didasari oleh fundamental perusahaan yang kuat, melainkan hanya karena minimnya tekanan jual di pasar.
Mengapa Regulator Melakukan Pemantauan Ketat?
Langkah BEI dan KSEI dalam mengungkapkan temuan ini bukan tanpa alasan. Sebagai otoritas bursa, mereka memiliki kewajiban untuk menjaga integritas pasar dan melindungi investor. Pemantauan terhadap konsentrasi kepemilikan adalah bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi pelanggaran aturan pasar modal.
Regulator biasanya akan memperhatikan apakah konsentrasi ini berdampak pada:
Kepatuhan terhadap aturan Free Float: Beberapa bursa di dunia menerapkan aturan minimum free float sebagai syarat pencatatan saham.
Transparansi Informasi: Apakah pihak pengendali memberikan informasi yang akurat kepada publik mengenai kepemilikan mereka.
Perlindungan Pemegang Saham Minoritas: Memastikan bahwa keputusan strategis perusahaan tidak hanya menguntungkan pemegang saham mayoritas dan merugikan publik.