DWJ Manajement - PORTAL

Beras Fortifikasi Abal-abal Ditarik, Mendag Pastikan Stok Ritel Aman

Oleh: DWJ-Manajement • 17 Sep 2026
Beras Fortifikasi Abal-abal Ditarik, Mendag Pastikan Stok Ritel Aman

Beras Fortifikasi Abal-Abal Ditarik dari Pasar, Mendag Budi Santoso Pastikan Stok Beras Nasional Tetap Aman

Pemerintah bertindak tegas menarik produk beras bermasalah, ketersediaan pangan di ritel modern dan pasar tradisional dipastikan mencukupi.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mengambil langkah cepat merespons isu peredaran beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar atau sering disebut sebagai "beras abal-abal". Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait keamanan pangan dan potensi gangguan distribusi, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memberikan pernyataan resmi untuk menenangkan publik.

Mendag Budi Santoso menegaskan bahwa meskipun ada penarikan terhadap produk beras fortifikasi yang tidak sesuai ketentuan, hal tersebut tidak akan mengganggu stabilitas pasokan beras secara nasional. Ia memastikan bahwa stok beras di tingkat ritel, baik ritel modern maupun pasar tradisional, berada dalam kondisi yang sangat aman dan terkendali.

Langkah Tegas Penarikan Beras Fortifikasi Ilegal

Isu mengenai beras fortifikasi yang tidak sesuai standar sempat memicu pertanyaan di tengah masyarakat. Beras fortifikasi sendiri merupakan beras yang telah ditambahkan nutrisi tertentu, seperti zat besi, asam folat, atau zink, guna meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, temuan mengenai produk yang diklaim sebagai beras fortifikasi tetapi tidak memiliki izin edar atau tidak memenuhi spesifikasi teknis telah memicu tindakan tegas dari otoritas terkait.

Pemerintah melalui kementerian terkait bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menyisir jalur distribusi guna memastikan produk-produk yang tidak memenuhi standar tersebut ditarik dari peredaran. Langkah ini diambil demi melindungi konsumen dari risiko kesehatan serta memastikan bahwa informasi nilai gizi yang tertera pada kemasan adalah akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mendag menekankan bahwa tindakan penarikan ini adalah bagian dari pengawasan rutin terhadap komoditas pangan pokok. "Kami tidak ingin ada produk yang merugikan masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi keaslian klaim nutrisinya. Penarikan ini adalah langkah preventif," ujar Mendag dalam keterangannya kepada media.

Jaminan Ketersediaan Stok di Tingkat Ritel

Salah satu kekhawatiran utama masyarakat saat mendengar adanya penarikan produk pangan adalah potensi kelangkaan barang atau kenaikan harga yang tidak wajar. Mendag Budi Santoso dengan cepat mematahkan kekhawatiran tersebut. Ia menyatakan bahwa secara volume, stok beras di berbagai lini distribusi nasional masih sangat melimpah.

Berikut adalah beberapa poin utama terkait kondisi stok beras saat ini:

Stok Ritel Modern: Persediaan di supermarket dan minimarket tetap stabil dan tidak terdampak oleh penarikan produk beras fortifikasi tertentu.

Pasar Tradisional: Distribusi beras reguler ke pasar-pasar tradisional berjalan lancar tanpa kendala pasokan.