DWJ Manajement - PORTAL

Beras Fortifikasi Dijual hingga Rp42 Ribu per Kg, Mentan: Ini Akal-akalan

Oleh: DWJ-Manajement 31 Jul 2026
Beras Fortifikasi Dijual hingga Rp42 Ribu per Kg, Mentan: Ini Akal-akalan

Polemik Harga Beras Fortifikasi: Mentan Sebut Ada 'Akal-akalan' di Balik Harga Rp42 Ribu per Kg

Ketidakwajaran harga beras tambahan nutrisi ini memicu reaksi keras Kementerian Pertanian demi menjaga ketahanan pangan dan program gizi nasional.

JAKARTA - Isu mengenai harga pangan kembali menjadi sorotan tajam di tengah upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kali ini, perhatian publik tertuju pada komoditas beras fortifikasi yang terpantau dijual dengan harga yang dianggap tidak wajar. Beras yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan nutrisi masyarakat ini justru ditemukan beredar di pasaran dengan harga mencapai Rp42.000 per kilogram.

Menanggapi fenomena tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) angkat bicara dengan nada tegas. Ia menyebut adanya indikasi permainan atau "akal-akalan" dari pihak-pihak tertentu yang mencoba mengambil keuntungan tidak wajar dari program penguatan gizi melalui beras fortifikasi tersebut. Menurutnya, harga setinggi itu sangat kontradiktif dengan tujuan awal diperkenalkannya beras fortifikasi ke masyarakat.

Ironi Beras Fortifikasi: Harapan Gizi yang Terganjal Harga Mahal

Beras fortifikasi sejatinnya adalah beras yang telah diperkaya dengan mikronutrien penting seperti zat besi, asam folat, vitamin A, dan zink. Program ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memerangi masalah stunting (tengkes) dan malnutrisi yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Dengan harga yang terjangkau, beras ini diharapkan dapat dikonsumsi secara luas oleh masyarakat kelas menengah ke bawah untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang.

Namun, temuan di lapangan menunjukkan realita yang jauh dari harapan. Harga Rp42.000 per kilogram untuk beras fortifikasi dianggap sangat mencekik, terutama jika dibandingkan dengan harga beras medium atau bahkan beras premium standar. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa produk yang membawa misi sosial dan kesehatan ini justru dijual dengan harga yang menyasar segmen pasar menengah ke atas?

Mentan menegaskan bahwa jika beras fortifikasi dipatok dengan harga tinggi, maka misi pemerintah untuk menurunkan angka stunting akan gagal total. "Harga beras fortifikasi seharusnya terjangkau, bukan mahal. Jika harganya seperti itu, siapa yang mau beli? Rakyat kecil yang paling butuh nutrisi tambahan ini justru tidak akan mampu menjangkaunya. Ini jelas ada akal-akalan," tegasnya dalam sebuah keterangan resmi.

Mengapa Harga Beras Fortifikasi Bisa Melonjak?

Meskipun penyebab pastinya masih dalam tahap investigasi, terdapat beberapa dugaan mengenai mengapa harga beras fortifikasi di pasar bisa mencapai angka yang sangat tinggi. Berikut adalah beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu: