DWJ Manajement - PORTAL

Berdikari Pondasi (BDKR) Masuk Daftar Saham HSC

Oleh: DWJ-Manajement 27 Aug 2026
Berdikari Pondasi (BDKR) Masuk Daftar Saham HSC

Kepemilikan Strategis: Langkah korporasi untuk menjaga stabilitas saham agar tidak mudah diambil alih oleh pihak luar.

Dampak Signifikan terhadap Likuiditas Pasar

Salah satu konsekuensi paling nyata dari masuknya BDKR ke dalam daftar HSC adalah penurunan likuiditas. Likuiditas dalam saham merujuk pada kemudahan sebuah saham untuk dibeli atau dijual di pasar tanpa menyebabkan perubahan harga yang drastis. Dengan hanya sekitar 5,05 persen saham yang beredar di publik, maka "pasokan" saham yang tersedia untuk diperdagangkan setiap harinya menjadi sangat minim.

Kondisi ini menciptakan risiko yang dikenal dengan istilah low liquidity risk. Bagi investor yang ingin masuk dalam jumlah besar, mereka mungkin akan kesulitan menemukan lawan transaksi yang sepadan. Begitu pula sebaliknya, ketika seorang investor ingin melakukan aksi jual (exit strategy), ketiadaan pembeli di pasar dapat menyebabkan harga saham merosot tajam hanya dalam waktu singkat karena volume transaksi yang sangat tipis.

Dalam kondisi likuiditas yang rendah, pergerakan harga saham cenderung menjadi sangat volatil. Perubahan harga bisa terjadi secara ekstrem meskipun volume transaksi yang terjadi sebenarnya tidak terlalu besar. Hal ini sering kali mengejutkan investor ritel yang tidak siap dengan karakteristik saham jenis ini.

Risiko Volatilitas dan Manipulasi Harga

Selain masalah likuiditas, saham dengan konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi seperti BDKR juga memiliki kerentanan terhadap volatilitas harga yang tidak wajar. Karena jumlah saham yang beredar di publik sedikit, maka pergerakan harga dapat dengan mudah dikendalikan oleh pemilik saham besar atau kelompok tertentu yang memiliki modal cukup untuk "menggerakkan" harga di pasar sekunder.

Investor perlu mewaspadai beberapa skenario berikut:

Price Manipulation: Minimnya jumlah saham di publik memudahkan oknum tertentu untuk melakukan aksi beli atau jual dalam jumlah tertentu guna menciptakan kesan pergerakan harga yang masif.