DWJ Manajement - PORTAL

BGN Akui Belum Pernah Beri Kompensasi Kelembagaan ke Korban Keracunan MBG

Oleh: DWJ-Manajement 04 Sep 2026
BGN Akui Belum Pernah Beri Kompensasi Kelembagaan ke Korban Keracunan MBG

BGN Akui Belum Beri Kompensasi Korban Keracunan Makan Bergizi Gratis, DPR: Di Mana Tanggung Jawab Kelembagaan?

JAKARTA - Implementasi program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kini tengah berada di bawah sorotan tajam. Di tengah ambisi besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi nasional, muncul persoalan serius terkait keamanan pangan dan mekanisme pertanggungjawaban terhadap warga yang menjadi korban keracunan dalam berbagai uji coba program tersebut.

Badan Gizi Nasional (BGN) secara terbuka mengakui bahwa hingga saat ini, belum ada skema kompensasi kelembagaan yang diberikan kepada para korban keracunan makanan yang timbul selama masa pelaksanaan program. Pengakuan ini memicu reaksi keras dari kalangan legislatif, terutama terkait sejauh mana negara hadir untuk melindungi rakyatnya dalam program yang didanai oleh uang negara.

DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Institusi BGN

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, melontarkan kritik pedas terkait pengakuan dari Badan Gizi Nasional tersebut. Dalam sebuah kesempatan, Charles mempertanyakan esensi dari sebuah lembaga negara jika dalam menghadapi kegagalan atau dampak negatif dari program yang dijalankannya, tidak mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang dirugikan.

Menurut Charles, masalah keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar masalah teknis di lapangan, melainkan masalah tanggung jawab institusional. Ia menekankan bahwa ketika sebuah program dijalankan oleh lembaga resmi, maka lembaga tersebut harus memikul tanggung jawab penuh, termasuk jika terjadi insiden yang mencederai kesehatan warga.

“Kita perlu melihat ini sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan. Jika ada korban yang jatuh sakit karena makanan yang seharusnya menjadi program peningkatan gizi, maka harus ada mekanisme yang jelas untuk memberikan ganti rugi atau kompensasi,” ujar Charles dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa tanpa adanya mekanisme kompensasi yang jelas, kepercayaan publik terhadap program MBG bisa tergerus. Masyarakat akan merasa was-was dalam menyambut program yang seharusnya menjadi kabar baik bagi kesehatan anak-anak sekolah dan kelompok rentan lainnya.

Risiko Tinggi Program Makan Massal

Program Makan Bergizi Gratis merupakan proyek berskala nasional dengan melibatkan rantai pasok yang sangat panjang, mulai dari petani, peternak, hingga penyedia jasa boga (catering) di tingkat lokal. Kompleksitas inilah yang menyimpan risiko tinggi terhadap keamanan pangan (food safety).

Beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam menjaga kualitas makanan dalam program ini meliputi:

Standar Higienitas Vendor: Tidak semua penyedia jasa boga lokal memiliki standar sanitasi yang sama tinggi dalam proses pengolahan makanan.