DWJ Manajement - PORTAL

BGN Bakal Pindah ke Gedung Telkom, Bayar Sewa tapi Disebut Tak Mahal

Oleh: DWJ-Manajement 04 Sep 2026
BGN Bakal Pindah ke Gedung Telkom, Bayar Sewa tapi Disebut Tak Mahal

Efisiensi Anggaran Melalui Skema Sewa

Salah satu sorotan utama dalam rencana perpindahan ini adalah mengenai aspek finansial. Mengingat BGN adalah lembaga yang baru, penggunaan anggaran harus dilakukan dengan prinsip efisiensi tinggi. Terkait biaya pemindahan, pihak manajemen menyatakan bahwa skema yang digunakan adalah melalui sistem sewa gedung.

Menariknya, meski menempati gedung yang cukup prestisius, biaya sewa yang dikeluarkan oleh Badan Gizi Nasional disebut-sebut tidak membebani anggaran negara secara berlebihan. Langkah menyewa gedung dianggap jauh lebih efisien dan cepat dibandingkan dengan harus membangun gedung baru dari nol, yang memerlukan waktu bertahun-tahun dan biaya konstruksi yang sangat besar.

Dengan menggunakan skema sewa, BGN dapat melakukan penghematan pada belanja modal (capital expenditure) dan mengalihkannya ke belanja operasional yang lebih berdampak langsung pada program gizi masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat penguatan fiskal yang dicanangkan pemerintah, di mana setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat nyata bagi publik.

Manajemen Logistik dan Penataan Pegawai

Selain mengenai gedung, aspek sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian dalam proses transisi ini. Untuk menjaga agar ritme kerja tetap terjaga dan tidak terganggu oleh proses pindahan, BGN telah menyiapkan skema pengaturan pegawai yang sistematis.

Tidak seluruh pegawai akan langsung menempati satu titik yang sama secara serentak jika kapasitas ruang belum sepenuhnya siap. Rencananya, sebagian pegawai yang ada saat ini akan dipindahkan ke gedung di sebelah lokasi utama guna memastikan koordinasi tetap berjalan lancar. Strategi ini bertujuan untuk meminimalisir risiko hambatan komunikasi antar divisi selama masa transisi.

Memastikan Keberlanjutan Program Kerja

Manajemen BGN menekankan bahwa perpindahan ini tidak boleh mengganggu agenda besar lembaga, terutama dalam mempersiapkan program-program gizi yang menjadi prioritas nasional. Keberlanjutan kerja adalah kunci utama dalam fase awal pembentukan lembaga ini. Beberapa langkah mitigasi yang disiapkan meliputi: