DWJ Manajement - PORTAL

BI Prediksi Ekonomi Global Tumbuh 3%

Oleh: DWJ-Manajement 19 Aug 2026
BI Prediksi Ekonomi Global Tumbuh 3%

BI Proyeksi Ekonomi Global Tumbuh Moderat 3 Persen pada 2026, Indonesia Perlu Waspadai Risiko Geopolitik

Dinamika kebijakan moneter dan ketegangan geopolitik diprediksi menjadi penghambat utama akselerasi pertumbuhan ekonomi dunia.

Bank Indonesia (BI) merilis proyeksi terbaru mengenai arah perekonomian dunia. Dalam tinjauan ekonominya, otoritas moneter Indonesia tersebut memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diperkirakan akan tumbuh di level moderat, yakni sebesar 3 persen. Angka ini menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar dan pengambil kebijakan untuk mulai memetakan risiko serta menyiapkan langkah mitigasi yang diperlukan menghadapi dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Proyeksi pertumbuhan sebesar 3 persen ini menunjukkan bahwa meskipun ekonomi dunia tidak mengalami kontraksi atau resesi hebat, namun laju akselerasinya cenderung melambat dibandingkan periode-periode pertumbuhan sebelum pandemi. Kondisi ini mencerminkan adanya tantangan struktural dan siklus ekonomi yang sedang berlangsung di berbagai negara maju maupun berkembang, yang secara kolektif menahan laju pertumbuhan ekonomi dunia ke tingkat yang lebih konservatif.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia di Tengah Ketidakpastian

Menurut pengamatan Bank Indonesia, angka 3 persen tersebut merupakan refleksi dari kondisi ekonomi global yang sedang berada dalam fase transisi. Setelah melewati masa volatilitas tinggi akibat pandemi COVID-19 dan guncangan pasokan energi akibat konflik geopolitik, dunia kini berupaya mencari titik keseimbangan baru. Namun, perjalanan menuju pertumbuhan yang lebih tinggi ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Beberapa faktor yang mendasari proyeksi moderat ini antara lain adalah perlambatan aktivitas ekonomi di beberapa negara kunci serta upaya penyesuaian kebijakan moneter yang ketat di berbagai belahan dunia. Meskipun ada optimisme mengenai "soft landing" atau pendaratan ekonomi yang mulus di negara-negara seperti Amerika Serikat, namun bayang-bayang inflasi yang persisten dan suku bunga yang tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama (higher for longer) tetap menjadi ancaman nyata bagi pertumbuhan global di masa depan.

Faktor-Faktor Utama yang Memengaruhi Laju Ekonomi Global

Bank Indonesia mengidentifikasi sejumlah variabel krusial yang akan menentukan apakah pertumbuhan ekonomi global akan tetap berada di angka 3 persen atau justru melandai lebih dalam. Variabel-variabel ini mencakup aspek geopolitik, kebijakan moneter, hingga dinamika perdagangan internasional.

Ketegangan Geopolitik yang Tak Kunjung Reda

Salah satu risiko terbesar yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi global adalah eskalasi konflik geopolitik. Ketegangan di Timur Tengah, konflik yang masih berlangsung di Eropa Timur, serta persaingan kekuatan besar antara Amerika Serikat dan Tiongkok menciptakan ketidakpastian pada rantai pasok global. Konflik-konflik ini memiliki dampak langsung terhadap:

Harga Komoditas: Fluktuasi harga minyak bumi, gas alam, dan bahan pangan yang dapat memicu inflasi mendadak.