DWJ Manajement - PORTAL

Biang Kerok PHK Tembus 53.000 Orang Versi Buruh & Pengusaha

Oleh: DWJ-Manajement • 27 Sep 2026
Biang Kerok PHK Tembus 53.000 Orang Versi Buruh & Pengusaha

Dunia saat ini sedang menghadapi volatilitas ekonomi yang tinggi. Ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia berdampak langsung pada rantai pasok global. Pengusaha mengklaim bahwa fluktuasi harga komoditas dan biaya logistik yang tidak menentu membuat perencanaan bisnis menjadi sangat sulit. Ketidakpastian ini memaksa banyak perusahaan untuk memangkas biaya variabel, termasuk biaya tenaga kerja, guna menghindari kebangkrutan total.

2. Lonjakan Biaya Operasional

Selain faktor eksternal, beban biaya internal juga kian menghimpit. Kenaikan harga bahan baku serta biaya energi membuat margin keuntungan perusahaan menipis. Dalam kondisi di mana pendapatan perusahaan tidak tumbuh sebanding dengan kenaikan biaya operasional, efisiensi jumlah karyawan menjadi jalan pintas yang paling sering diambil untuk menyeimbangkan neraca keuangan.

3. Disrupsi Teknologi dan Otomasi

Transformasi digital yang masif juga turut berperan. Banyak industri kini mulai beralih menggunakan teknologi otomasi dan kecerdasan buatan (AI) untuk menggantikan peran manusia dalam pekerjaan yang bersifat repetitif. Pengusaha berargumen bahwa ini adalah bagian dari evolusi industri yang tidak dapat dihindari agar perusahaan tetap kompetitif di kancah internasional.

Versi Buruh: Daya Beli Lemah dan Ketimpangan Kebijakan

Narasi yang disampaikan oleh pihak pengusaha ditolak mentah-mentah oleh serikat pekerja. Bagi kelompok buruh, menyalahkan faktor global dianggap sebagai upaya untuk menghindari tanggung jawab atas manajemen perusahaan yang buruk. Buruh melihat ada masalah fundamental dalam struktur ekonomi domestik yang lebih krusial.

Berikut adalah poin-poin utama yang menjadi argumen dari sisi buruh:

Penurunan Daya Beli Masyarakat: Buruh berpendapat bahwa penyebab utama perusahaan lesu adalah daya beli masyarakat yang merosot. Hal ini disebabkan oleh inflasi harga kebutuhan pokok yang tidak dibarengi dengan kenaikan upah yang layak. Ketika masyarakat tidak mampu belanja, omzet perusahaan turun, dan buruh yang menjadi korban pertama dalam proses efisiensi.

Manajemen yang Tidak Adaptif: Banyak serikat pekerja menyoroti kegagalan manajemen perusahaan dalam melakukan diversifikasi bisnis atau inovasi produk. Alih-alih melakukan perbaikan manajemen, perusahaan justru memilih cara instan dengan melakukan PHK massal.