Peningkatan Curah Hujan: Wilayah yang berada di sekitar jalur pengaruh siklon akan mengalami peningkatan intensitas hujan. Hujan dapat turun dengan durasi yang lama dan intensitas yang sangat tinggi, yang berisiko memicu banjir hingga tanah longsor di daerah perbukitan.
Angin Kencang: Selain hujan, sistem siklon ini akan membawa massa udara yang tidak stabil, sehingga potensi angin kencang atau angin puting beliung di beberapa titik pesisir dan wilayah daratan yang terdampak menjadi lebih besar.
Gelombang Tinggi di Perairan: Bagi masyarakat yang beraktivitas di laut, bibit siklon ini akan memicu peningkatan ketinggian gelombang secara drastis. Kondisi laut yang tidak kondusif ini sangat berbahaya bagi keselamatan pelayaran dan nelayan tradisional.
Ketidakstabilan Cuaca Lokal: Perubahan tekanan udara yang cepat dapat menyebabkan cuaca menjadi sulit diprediksi, di mana kondisi cerah bisa berubah menjadi badai dalam waktu yang sangat singkat.
Langkah Mitigasi dan Imbauan untuk Masyarakat
Menyikapi situasi ini, BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kawasan pesisir dan daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan. Koordinasi antar lembaga penanggulangan bencana juga menjadi kunci dalam menghadapi potensi dampak dari bibit siklon 91W ini.
Bagi para nelayan dan pelaku industri maritim, sangat disarankan untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan pelayaran. Mengingat potensi gelombang tinggi yang dapat muncul secara tiba-tiba, menunda pelayaran jika kondisi cuaca memburuk adalah langkah paling bijak untuk menghindari kecelakaan di laut.
Panduan Keselamatan Selama Masa Waspada
Agar dapat meminimalisir risiko kerugian material maupun korban jiwa, berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat:
Pantau Informasi Resmi: Jangan mudah terprovokasi oleh informasi hoaks yang beredar di media sosial. Selalu gunakan sumber informasi resmi dari BMKG, BNPB, atau pemerintah daerah setempat.