DWJ Manajement - PORTAL

Biochar RI Diminati Jepang-Saudi, Hashim Tekankan Pentingnya Standar Mutu

Oleh: DWJ-Manajement 22 Aug 2026
Biochar RI Diminati Jepang-Saudi, Hashim Tekankan Pentingnya Standar Mutu

Pemerintah dan asosiasi terkait perlu mempercepat atau memperkuat implementasi Standar Nasional Indonesia (SNI) khusus untuk biochar. Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan "paspor" bagi produk Indonesia untuk diakui secara sah di mata dunia.

3. Keberlanjutan Sumber Bahan Baku

Pasar global sangat memperhatikan aspek traceability atau ketertelusuran. Biochar harus dihasilkan dari limbah biomassa yang berkelanjutan, bukan dari pembukaan lahan hutan baru. Jika proses produksi biochar justru merusak ekosistem, maka nilai "hijau" dari produk tersebut akan hilang di mata pembeli internasional.

Membangun Ekosistem Industri Biochar yang Tangguh

Untuk merespons permintaan dari Jepang dan Arab Saudi secara optimal, diperlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta. Pemerintah berperan dalam menciptakan regulasi yang mendukung ekspor serta memfasilitasi standarisasi. Di sisi lain, pelaku industri harus mulai berinvestasi pada teknologi pirolisis yang lebih modern dan terkendali guna menghasilkan biochar dengan spesifikasi tinggi.

Penguatan kapasitas UMKM juga menjadi catatan penting. Banyak potensi biochar berasal dari pengolahan limbah pertanian skala kecil di pedesaan. Jika para petani dan pengusaha lokal ini dapat dibina untuk memenuhi standar kualitas tertentu, maka rantai pasok biochar Indonesia akan menjadi sangat kuat dan berbasis kerakyatan.

Selain itu, pengembangan teknologi pengujian (lab testing) di dalam negeri harus ditingkatkan. Dengan adanya laboratorium yang mampu menguji parameter biochar sesuai standar internasional, produsen tidak perlu ragu lagi dalam mengirimkan produk mereka ke luar negeri karena kualitasnya sudah terverifikasi secara akurat.

Kesimpulan

Permintaan tinggi dari Jepang dan Arab Saudi terhadap biochar merupakan peluang emas bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam ekonomi karbon global. Namun, untuk mengubah peluang ini menjadi keuntungan ekonomi yang berkelanjutan, Indonesia harus bergeser dari sekadar mengejar kuantitas menuju pengejaran kualitas. Penekanan Hashim mengenai pentingnya standar mutu adalah sebuah peringatan sekaligus panduan strategis. Dengan standarisasi yang kuat, teknologi produksi yang mumpuni, dan komitmen pada keberlanjutan, biochar Indonesia dapat menjadi komoditas unggulan yang disegani di pasar dunia, sekaligus menjadi pilar penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim global.