Menanggapi kegemparan yang terjadi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya memberikan pernyataan resmi. Pihak BMKG mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan mengenai suara dentuman yang terjadi di wilayah Bandung dan sekitarnya pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG menyatakan masih dalam proses melakukan pendalaman dan analisis lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari suara dentuman tersebut. Pihak otoritas terkait sedang mengumpulkan data-data pendukung, baik dari sensor seismik maupun pengamatan atmosfer, untuk menentukan apakah fenomena ini bersifat meteorologis, geologis, atau murni aktivitas manusia.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Pihak berwenang menekankan bahwa identifikasi fenomena alam atau teknis memerlukan waktu agar hasil yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kemungkinan Penyebab Suara Dentuman dari Sudut Pandang Sains
Meskipun BMKG masih melakukan investigasi, secara ilmiah terdapat beberapa fenomena yang secara umum dapat menyebabkan suara dentuman keras di atmosfer maupun di permukaan bumi. Berikut adalah beberapa kemungkinan yang sering terjadi dalam kondisi serupa:
1. Fenomena Bolide atau Meteoroid
Salah satu penyebab paling umum dari suara dentuman di langit adalah masuknya benda langit atau meteor ke atmosfer bumi. Fenomena ini sering disebut sebagai bolide. Ketika meteor yang berukuran cukup besar memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi, gesekan dengan udara menciptakan panas ekstrem yang menyebabkan meteor tersebut pecah atau meledak. Ledakan ini menghasilkan gelombang kejut yang terdengar sebagai dentuman keras di permukaan tanah.
2. Sonic Boom (Ledakan Dinding Suara)
Sonic boom terjadi ketika sebuah pesawat, terutama pesawat jet militer yang bergerak melebihi kecepatan suara, memecah dinding suara. Pergerakan ini menciptakan gelombang tekanan udara yang sangat kuat yang merambat ke permukaan bumi dalam bentuk suara dentuman yang menggelegar. Fenomena ini sering kali membuat warga di jalur lintasan pesawat merasa terkejut.
3. Aktivitas Tektonik atau Gempa Mikro
Dari sisi geofisika, dentuman bisa juga berasal dari aktivitas di dalam kerak bumi. Meskipun jarang menghasilkan suara dentuman yang sangat keras tanpa adanya guncangan gempa yang signifikan, pergeseran batuan di kedalaman tertentu atau runtuhnya rongga-rongga bawah tanah terkadang dapat menghasilkan suara yang merambat hingga ke permukaan.
4. Aktivitas Industri atau Ledakan Manusia