ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).
Asma dan eksaserbasi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Iritasi mata, hidung, dan tenggorokan.
Risiko jangka panjang berupa penyakit kardiovaskular akibat paparan polusi udara yang persisten.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan riwayat penyakit pernapasan menjadi prioritas utama yang harus mendapatkan perlindungan ekstra.
2. Gangguan Transportasi dan Visibilitas
Kabut asap yang tebal secara langsung akan menurunkan jarak pandang (visibility). Hal ini merupakan ancaman serius bagi sektor transportasi, terutama transportasi udara dan laut. Bandara-bandara di sekitar wilayah Kalimantan Barat dan wilayah Malaysia yang terdampak mungkin akan mengalami penundaan jadwal penerbangan atau bahkan pembatalan jika visibilitas turun di bawah standar keselamatan minimum.
Selain udara, transportasi laut juga harus mewaspadai jarak pandang yang terbatas di perairan perbatasan untuk mencegah kecelakaan navigasi.
3. Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Secara ekonomi, kabut asap dapat menghambat aktivitas luar ruangan, yang pada gilirannya mengganggu sektor pariwisata dan perdagangan lokal. Penurunan kualitas udara yang buruk seringkali membuat wisatawan membatalkan rencana perjalanan, yang berdampak pada pendapatan pelaku usaha di sektor perhotelan, kuliner, dan jasa lainnya.
Langkah Mitigasi dan Koordinasi Regional
Menghadapi ancaman ini, pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah setempat terus melakukan upaya intensif. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi deteksi dini melalui satelit, patroli darat untuk mencegah pembakaran lahan secara sengaja, serta pengerahan tim pemadam kebakaran udara (water bombing) untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau lewat jalur darat.
Selain upaya domestik, koordinasi antarnegara menjadi sangat krusial. Sebagai bagian dari anggota ASEAN, Indonesia memiliki komitmen terhadap ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution. Perjanjian ini bertujuan untuk mencegah, memantau, dan memitigasi polusi asap lintas batas melalui kerja sama regional.
Beberapa langkah strategis yang perlu terus diperkuat antara lain: