Banjir: Terutama di wilayah perkotaan dengan sistem drainase yang kurang memadai serta wilayah dataran rendah yang berada di bantaran sungai.
Tanah Longsor: Ancaman nyata bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan atau lereng gunung dengan kemiringan curam dan struktur tanah yang jenuh air.
Angin Kencang dan Puting Beliung: Seringkali menyertai awan hujan konvektif yang masif, yang berpotensi merusak bangunan dan pohon tumbang.
Banjir Bandang: Terjadi akibat akumulasi air yang sangat besar di hulu yang kemudian turun secara tiba-tiba ke wilayah hilir.
Gelombang Tinggi: Bagi masyarakat pesisir dan nelayan, intensitas hujan yang tinggi seringkali dibarengi dengan kondisi laut yang tidak kondusif untuk aktivitas pelayaran.
Mitigasi dan Langkah Antisipasi bagi Masyarakat
Menghadapi potensi cuaca ekstrem di periode Desember hingga Februari, langkah mitigasi menjadi kunci utama untuk meminimalisir dampak kerugian. BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyarankan beberapa langkah preventif yang dapat dilakukan oleh tingkat rumah tangga maupun pemerintah daerah.
Langkah Antisipasi di Tingkat Rumah Tangga
Sebagai garda terdepan dalam menghadapi perubahan cuaca, masyarakat diharapkan dapat melakukan persiapan mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Berikut adalah beberapa langkah yang direkomendasikan:
Pembersihan Saluran Air: Memastikan selokan dan saluran pembuangan di sekitar rumah tidak tersumbat oleh sampah atau sedimen tanah agar aliran air tetap lancar.