DWJ Manajement - PORTAL

BNI Tanam 258 Ribu Mangrove, Dorong Ekonomi Pesisir Lewat Kepiting Soka-Ekowisata

Oleh: DWJ-Manajement 03 Sep 2026
BNI Tanam 258 Ribu Mangrove, Dorong Ekonomi Pesisir Lewat Kepiting Soka-Ekowisata

Wujudkan Ekonomi Hijau, BNI Tanam 258 Ribu Mangrove dan Berdayakan Masyarakat Lewat Kepiting Soka serta Ekowisata

Komitmen nyata BNI dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui program keberlanjutan yang berdampak luas.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menorehkan prestasi gemilang dalam upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan sosial di Indonesia. Melalui inisiatif berkelanjutan yang memadukan konservasi alam dengan penguatan ekonomi lokal, BNI berhasil meraih Anugerah Ekonomi Hijau. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan bank milik negara tersebut dalam mengintegrasikan program konservasi mangrove dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir secara terpadu.

Langkah strategis yang diambil BNI bukan sekadar melakukan aksi penanaman pohon, melainkan menciptakan sebuah ekosistem ekonomi baru yang berbasis pada kelestarian lingkungan. Dengan menanam sebanyak 258 ribu bibit mangrove, BNI tidak hanya berupaya memitigasi dampak perubahan iklim, tetapi juga membuka peluang mata pencaharian baru bagi penduduk di wilayah pesisir melalui pengembangan budidaya kepiting soka dan sektor ekowisata.

Konservasi Mangrove sebagai Benteng Ekosistem Pesisir

Hutan mangrove memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan darat. Sebagai salah satu penyerap karbon (carbon sink) paling efektif di dunia, mangrove menjadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman pemanasan global. Selain itu, keberadaan hutan mangrove sangat vital untuk mencegah abrasi pantai dan melindungi pemukiman warga dari ancaman tsunami serta kenaikan permukaan air laut.

Program penanaman 258 ribu mangrove yang diinisiasi oleh BNI ini dirancang dengan pendekatan jangka panjang. BNI menyadari bahwa menanam saja tidak cukup; diperlukan perawatan dan keterlibatan aktif masyarakat agar bibit-bibit tersebut dapat tumbuh menjadi hutan yang kokoh. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, BNI memastikan bahwa area konservasi ini menjadi kawasan lindung yang produktif.

Keberhasilan program ini memberikan dampak berantai (multiplier effect) bagi lingkungan, di antaranya:

Mitigasi Perubahan Iklim: Penyerapan emisi karbon dalam jumlah besar melalui pertumbuhan vegetasi mangrove.

Perlindungan Pantai: Meminimalisir risiko abrasi dan erosi tanah di sepanjang garis pantai.

Habitat Biota Laut: Menjadi tempat pemijahan (spawning ground) alami bagi berbagai jenis ikan, udang, dan kerang.