DWJ Manajement - PORTAL

Bocoran Skema Pemangkasan Anak Usaha Telkom dari 68 Jadi 18

Oleh: DWJ-Manajement 23 Aug 2026
Bocoran Skema Pemangkasan Anak Usaha Telkom dari 68 Jadi 18

```html

Langkah Drastis Telkom: Pangkas Anak Usaha dari 68 Menjadi 18 Demi Efisiensi Maksimal

Strategi restrukturisasi besar-besaran ini bertujuan memperkuat fokus bisnis inti dan mengoptimalkan alokasi modal di tengah persaingan digital yang kian ketat.

JAKARTA – Raksasa telekomunikasi Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dikabarkan tengah menyiapkan langkah revolusioner dalam struktur organisasinya. Perusahaan pelat merah tersebut dilaporkan tengah merancang skema pemangkasan jumlah anak perusahaan secara signifikan, dari yang semula berjumlah 68 entitas menjadi hanya 18 anak usaha saja.

Langkah ini bukan sekadar perampingan administratif, melainkan bagian dari strategi besar untuk menciptakan organisasi yang lebih lincah (*lean organization*), efisien, dan fokus pada sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi di era ekonomi digital. Kabar mengenai restrukturisasi ini memicu perhatian luas dari para investor dan pengamat industri telekomunikasi.

Perampingan Besar-Besaran: Menuju Organisasi yang Lebih Lincah

Dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi Telkom memang sangat agresif. Perusahaan terus menambah lini bisnis baru melalui pembentukan anak usaha di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, layanan digital, hingga solusi korporasi. Namun, jumlah anak usaha yang mencapai 68 entitas dinilai telah menciptakan kompleksitas yang tinggi dalam manajemen operasional dan tata kelola perusahaan.

Terlalu banyaknya entitas seringkali memicu terjadinya tumpang tindih (*overlapping*) fungsi bisnis antar anak perusahaan. Hal ini tidak hanya menyebabkan inefisiensi biaya operasional, tetapi juga menghambat kecepatan pengambilan keputusan strategis. Dengan memangkas jumlah anak usaha menjadi 18, Telkom berupaya menyederhanakan struktur komando dan memastikan setiap unit bisnis memiliki peran yang sangat spesifik dan tidak berbenturan satu sama lain.

Penyederhanaan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung pada:

Efisiensi Biaya: Mengurangi biaya overhead, biaya administrasi, dan biaya kepatuhan (*compliance*) yang biasanya membengkak pada banyak entitas kecil.

Fokus Strategis: Memastikan sumber daya manusia dan modal diarahkan pada unit bisnis yang menjadi penggerak utama pendapatan masa depan.

Sinergi Operasional: Mempermudah kolaborasi antar unit bisnis sehingga tidak terjadi kompetisi internal yang tidak sehat.

Menghindari Redundansi Operasional

Salah satu alasan utama di balik skema ini adalah upaya untuk menghilangkan redundansi. Dalam struktur yang sangat luas, sering ditemukan dua atau lebih anak perusahaan yang menawarkan layanan yang serupa atau bahkan identik kepada segmen pasar yang sama. Kondisi ini menyebabkan pemborosan investasi dan kebingungan di mata pelanggan.

Dengan mengonsolidasikan unit-unit bisnis yang serupa ke dalam satu payung besar, Telkom dapat menciptakan satu entitas kuat yang mampu mendominasi pasar secara lebih efektif, daripada memiliki banyak entitas kecil yang tersebar dan lemah.