Mengapa 68 Menjadi 18? Mengupas Alasan di Balik Keputusan Telkom
Keputusan untuk memangkas jumlah anak usaha secara drastis dari 68 menjadi 18 bukan tanpa alasan yang kuat. Secara fundamental, Telkom sedang bertransisi dari perusahaan telekomunikasi konvensional (*Telco*) menjadi perusahaan telekomunikasi digital (*Digico*). Transisi ini menuntut model bisnis yang jauh lebih dinamis dibandingkan era sebelumnya.
Berikut adalah beberapa faktor mendalam yang melatarbelakangi keputusan strategis tersebut:
1. Optimalisasi Alokasi Modal (Capital Allocation)
Sebagai perusahaan terbuka, Telkom dituntut untuk memberikan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham. Dengan memiliki 68 anak usaha, modal perusahaan terpecah-pecah ke dalam banyak proyek dan entitas. Hal ini seringkali membuat pendanaan untuk proyek-proyek besar yang bersifat strategis menjadi tidak maksimal. Dengan memusatkan modal pada 18 entitas utama, Telkom dapat melakukan investasi besar secara lebih terukur pada teknologi masa depan seperti 5G, Data Center, dan Cloud Computing.
2. Memperkuat Core Business di Era Digital
Dunia digital bergerak sangat cepat. Telkom perlu memastikan bahwa mereka memiliki unit bisnis yang benar-benar dominan di sektor kunci. Pemangkasan ini bertujuan untuk mengelompokkan unit-unit tersebut ke dalam beberapa klaster besar, misalnya klaster konektivitas, klaster layanan digital, dan klaster infrastruktur digital. Hal ini memungkinkan manajemen untuk melakukan pengawasan yang lebih intensif terhadap kinerja setiap sektor.
3. Peningkatan Tata Kelola (Good Corporate Governance)
Mengawasi 68 anak perusahaan dengan berbagai karakter bisnis merupakan tantangan besar dalam hal pengawasan dan kepatuhan terhadap regulasi. Dengan jumlah yang lebih ramping, proses pengawasan oleh manajemen induk dapat dilakukan dengan lebih ketat, transparan, dan akuntabel, sehingga meminimalisir risiko kegagalan tata kelola di tingkat anak usaha.
Bocoran Skema: Bagaimana Proses Pemangkasan Ini Akan Berjalan?
Meskipun detail teknis belum diumumkan secara resmi, bocoran mengenai skema pemangkasan ini mengarah pada beberapa metode konsolidasi. Telkom diperkirakan akan menggunakan kombinasi dari beberapa strategi korporasi berikut:
Merger (Penggabungan): Menggabungkan dua atau lebih anak perusahaan yang memiliki lini bisnis serupa ke dalam satu entitas baru yang lebih besar dan kuat.
Spin-off atau Divestasi: Melepaskan unit bisnis yang tidak lagi sejalan dengan strategi inti perusahaan atau yang tidak memberikan kontribusi profitabilitas yang signifikan.
Integrasi Fungsi: Mengintegrasikan fungsi-fungsi pendukung (seperti IT, HR, atau keuangan) dari berbagai anak usaha ke dalam satu unit layanan bersama (*Shared Service Center*) guna memangkas biaya operasional.
Reorganisasi Struktur: Menata ulang portofolio bisnis sehingga setiap anak usaha memiliki mandat yang jelas dan terukur berdasarkan target kinerja tertentu.