DWJ Manajement - PORTAL

Bos BlackRock Sebut Rajin Menabung Bikin Susah Saat Pensiun, Kok Bisa?

Oleh: DWJ-Manajement 17 Jul 2026
Bos BlackRock Sebut Rajin Menabung Bikin Susah Saat Pensiun, Kok Bisa?

Pertumbuhan yang Lambat: Bunga tabungan dirancang untuk likuiditas (kemudahan pengambilan), bukan untuk pertumbuhan kekayaan (wealth accumulation).

Pajak atas Bunga: Di banyak negara, bunga tabungan dikenakan pajak, yang semakin memperkecil margin keuntungan yang sebenarnya sudah tipis.

Ketidakpastian Biaya Masa Depan: Biaya medis dan perawatan lansia cenderung naik jauh lebih tinggi daripada inflasi umum, sehingga tabungan biasa akan cepat habis.

Pergeseran Paradigma: Dari Menabung Menjadi Berinvestasi

Untuk menghindari "krisis dalam senyap" ini, Larry Fink menyarankan adanya pergeseran paradigma yang fundamental dalam cara individu mengelola keuangan mereka. Masyarakat tidak boleh lagi hanya berhenti pada tahap "menabung", melainkan harus naik ke level berikutnya, yaitu "berinvestasi".

Perbedaan mendasar antara menabung dan berinvestasi terletak pada tujuan dan risikonya. Menabung bertujuan untuk menyimpan uang agar aman dan mudah diambil, sementara berinvestasi bertujuan untuk menumbuhkan kekayaan agar melampaui laju inflasi. Meskipun investasi membawa risiko pasar, risiko untuk tidak berinvestasi—yaitu kehilangan daya beli—seringkali jauh lebih besar dan pasti terjadi dalam jangka panjang.

Instrumen yang Dapat Melawan Inflasi

Untuk memastikan dana pensiun tetap relevan di masa depan, seseorang perlu menempatkan uang mereka ke dalam aset-aset produktif yang memiliki potensi pertumbuhan nilai atau memberikan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi dari inflasi. Beberapa kelas aset yang umum digunakan antara lain:

Saham (Equities): Memiliki kepemilikan di perusahaan-perusahaan yang tumbuh. Secara historis, pasar saham merupakan salah satu instrumen terbaik untuk mengalahkan inflasi dalam jangka panjang.

Obligasi dan Surat Utang (Bonds): Memberikan pendapatan tetap melalui kupon. Meskipun risikonya lebih rendah dari saham, pemilihan obligasi yang tepat sangat krusial untuk menjaga nilai aset.

Properti dan Real Estate: Nilai tanah dan bangunan cenderung naik mengikuti inflasi, menjadikannya lindung nilai (hedge) yang baik terhadap penurunan nilai mata uang.