DWJ Manajement - PORTAL

Bos Danantara Panggil Manajemen, Telkom Bakal Pangkas Anak Jadi 18

Oleh: DWJ-Manajement 20 Aug 2026
Bos Danantara Panggil Manajemen, Telkom Bakal Pangkas Anak Jadi 18

Pasar cenderung merespons positif perusahaan yang menunjukkan komitmen kuat terhadap efisiensi dan kejelasan strategi bisnis. Jika Telkom berhasil menyederhanakan strukturnya dan menunjukkan pertumbuhan margin yang lebih sehat pasca-transformasi, maka nilai perusahaan (enterprise value) diprediksi akan meningkat secara signifikan.

Analisis pasar menunjukkan bahwa efisiensi yang dihasilkan dari pengurangan jumlah anak usaha akan secara langsung berdampak pada perbaikan arus kas (cash flow). Dengan struktur yang lebih sehat, Telkom akan memiliki kapasitas finansial yang lebih kuat untuk melakukan ekspansi pada sektor-sektor teknologi tinggi yang memerlukan investasi besar, seperti teknologi 5G dan kecerdasan buatan (AI).

Tantangan dalam Implementasi

Tentu saja, mengubah struktur organisasi yang sudah mapan bukanlah perkara mudah. Manajemen Telkom akan menghadapi sejumlah tantangan besar, di antaranya:

Manajemen Perubahan (Change Management): Menyelaraskan budaya kerja dan mentalitas karyawan di seluruh unit bisnis yang terdampak restrukturisasi.

Integrasi Operasional: Menggabungkan sistem IT, proses bisnis, dan sumber daya manusia dari berbagai entitas yang berbeda menjadi satu kesatuan yang harmonis.

Mitigasi Risiko Bisnis: Memastikan bahwa proses konsolidasi tidak mengganggu kualitas layanan yang sedang berjalan kepada pelanggan.

Kesimpulan

Rencana PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk merampingkan jumlah anak perusahaannya menjadi 18 entitas merupakan langkah berani dan strategis yang selaras dengan arahan Danantara. Melalui restrukturisasi ini, Telkom tidak hanya mencoba untuk menjadi lebih efisien secara finansial, tetapi juga ingin membangun fondasi yang lebih kokoh untuk memenangkan persaingan di era ekonomi digital.

Dengan fokus pada core business seperti konektivitas, data center, dan layanan digital, Telkom sedang mempersiapkan diri untuk bertransformasi dari sekadar perusahaan telekomunikasi konvensional menjadi raksasa teknologi digital. Keberhasilan transformasi ini akan menjadi tolok ukur baru bagi efektivitas pengelolaan BUMN di Indonesia dalam menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian.

```