DWJ Manajement - PORTAL

Bos Maskapai Ngeluh Dampak Karhutla: Penerbangan Delay-Biaya Operasi Naik

Oleh: DWJ-Manajement 28 Aug 2026
Bos Maskapai Ngeluh Dampak Karhutla: Penerbangan Delay-Biaya Operasi Naik

Ketidakpastian Penumpang: Ketidakpastian waktu keberangkatan menciptakan keresahan bagi penumpang, baik untuk perjalanan bisnis maupun wisata.

Para bos maskapai menyebutkan bahwa manajemen jadwal menjadi jauh lebih sulit selama musim karhutla. Perlu koordinasi ekstra antara pilot, air traffic controller (ATC), dan manajemen bandara untuk memastikan setiap pergerakan pesawat tetap berada dalam koridor keselamatan yang ketat.

Bengkaknya Biaya Operasional Maskapai

Di balik gangguan jadwal yang dialami penumpang, terdapat beban finansial besar yang harus ditanggung oleh perusahaan maskapai. Karhutla secara tidak langsung "memakan" margin keuntungan perusahaan melalui berbagai saluran biaya yang tidak terduga.

Salah satu komponen biaya terbesar adalah konsumsi bahan bakar (avtur). Ketika visibilitas buruk, pesawat seringkali harus melakukan prosedur holding pattern atau terbang berputar-putar di area tertentu menunggu kondisi visibilitas membaik sebelum diizinkan mendarat. Selain itu, rute penerbangan sering kali harus dialihkan (rerouting) untuk menghindari area dengan konsentrasi asap tebal, yang tentunya menambah jarak tempuh dan penggunaan bahan bakar.

Selain bahan bakar, beban biaya lainnya meliputi:

Biaya Kompensasi Penumpang: Sesuai regulasi, keterlambatan penerbangan mewajibkan maskapai memberikan kompensasi kepada penumpang, baik dalam bentuk makanan, akomodasi, hingga pengembalian dana (refund).

Biaya Crew dan Logistik: Penundaan jam kerja kru pesawat (pilot dan pramugari) yang melampaui batas waktu regulasi dapat memicu biaya lembur atau biaya akomodasi tambahan.

Perawatan Mesin: Partikel abu dari kebakaran hutan yang terhisap ke dalam mesin jet dapat mempercepat keausan komponen mesin, yang pada jangka panjang meningkatkan biaya perawatan teknis.