Tantangan Besar di Balik Tren Kendaraan Listrik: Bos Oona Insurance Ungkap Risiko Tinggi dan Urgensi Mitigasi
JAKARTA – Gelombang transisi kendaraan bermotor berbasis bahan bakar minyak (BBM) menuju kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di Indonesia tengah memasuki fase yang sangat krusial. Di satu sisi, pemerintah terus mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan ini melalui berbagai insentif. Namun, di sisi lain, sektor pendukung seperti industri asuransi mulai merasakan tekanan nyata dari kompleksitas risiko yang dibawa oleh teknologi baru ini.
Vincent Soegianto, CEO Oona Insurance, mengungkapkan bahwa meskipun potensi pasar kendaraan listrik sangat luas, terdapat tantangan besar yang membayangi para penyedia proteksi. Sebagai salah satu pionir dalam menyediakan asuransi khusus kendaraan listrik di tanah air, Oona Insurance melihat adanya anomali pada profil risiko yang jauh berbeda dibandingkan dengan kendaraan konvensional (ICE - Internal Combustion Engine).
Menelusuri Kompleksitas Risiko Kendaraan Listrik
Perbedaan fundamental antara mesin pembakaran dalam dengan motor listrik menciptakan paradigma baru dalam dunia aktuaris dan manajemen risiko. Vincent menjelaskan bahwa kendaraan listrik bukan sekadar mobil yang "berbeda bahan bakar", melainkan sebuah perangkat teknologi tinggi yang sangat sensitif terhadap berbagai variabel.
Dalam asuransi kendaraan konvensional, pola kerusakan biasanya lebih mudah diprediksi, mulai dari benturan fisik hingga kerusakan komponen mesin yang bersifat mekanis. Namun, pada kendaraan listrik, variabel risiko meluas hingga ke aspek perangkat lunak (software) dan komponen elektrikal yang sangat mahal.
Beberapa faktor utama yang menjadi sorotan dalam kompleksitas risiko ini antara lain:
Sensitivitas Baterai: Komponen baterai merupakan jantung dari kendaraan listrik sekaligus komponen termahal. Kerusakan kecil akibat benturan pada bagian bawah mobil dapat mengakibatkan kegagalan fungsi baterai secara keseluruhan, yang biaya penggantiannya bisa mencapai separuh dari harga kendaraan.
Risiko Kebakaran: Meskipun teknologi baterai terus berkembang, risiko thermal runaway atau kebakaran akibat korsleting atau kerusakan sel baterai tetap menjadi perhatian utama bagi perusahaan asuransi.
Ketergantungan pada Perangkat Lunak: Kendaraan listrik modern sangat bergantung pada sistem manajemen baterai (BMS) dan perangkat lunak lainnya. Gangguan sistem atau kegagalan sirkuit elektronik dapat menyebabkan kendaraan tidak dapat beroperasi, yang memicu klaim tidak hanya pada kerusakan fisik, tetapi juga kegagalan fungsi sistem.