DWJ Manajement - PORTAL

Bos Oona Insurance Buka-bukaan Soal Risiko Asuransi Mobil Listrik

Oleh: DWJ-Manajement 11 Aug 2026
Bos Oona Insurance Buka-bukaan Soal Risiko Asuransi Mobil Listrik

Mengapa Loss Ratio Kendaraan Listrik Berpotensi Tinggi?

Salah satu isu paling sensitif dalam industri asuransi adalah loss ratio—rasio antara klaim yang dibayarkan dengan premi yang diterima. Vincent Soegianto menyoroti bahwa di sektor kendaraan listrik, menjaga loss ratio tetap berada di level yang sehat adalah sebuah tantangan besar.

Ada beberapa alasan mengapa biaya klaim pada segmen EV cenderung melonjak lebih cepat dibandingkan kendaraan konvensional:

1. Biaya Perbaikan yang Sangat Tinggi

Komponen EV, terutama baterai dan modul elektronik, tidak bisa diperbaiki secara sembarangan. Seringkali, prosedur standar yang disarankan oleh pabrikan adalah penggantian unit secara utuh (replacement) daripada perbaikan (repair). Hal ini secara otomatis melonjakkan nilai klaim yang harus ditanggung oleh perusahaan asuransi.

2. Keterbatasan Bengkel Spesialis

Saat ini, ekosistem bengkel yang memiliki sertifikasi dan peralatan khusus untuk menangani kerusakan berat pada kendaraan listrik masih terbatas di Indonesia. Keterbatasan ini menyebabkan biaya jasa perbaikan dan logistik pengiriman komponen menjadi lebih mahal, yang pada akhirnya membebani neraca keuangan perusahaan asuransi.

3. Kurangnya Data Historis

Dalam dunia asuransi, penetapan premi yang akurat sangat bergantung pada data historis kecelakaan dan kerusakan. Karena adopsi EV di Indonesia masih tergolong baru, perusahaan asuransi belum memiliki data jangka panjang yang cukup kuat untuk memprediksi perilaku risiko secara presisi. Hal ini menciptakan celah ketidakpastian dalam proses underwriting.

Strategi Oona Insurance dalam Menghadapi Gelombang EV

Menyadari tantangan tersebut, Oona Insurance tidak tinggal diam. Sebagai perusahaan yang mengambil posisi sebagai pionir, mereka terus melakukan inovasi dalam model bisnis dan teknologi untuk memitigasi risiko yang muncul. Langkah-langkah strategis yang diambil meliputi pengembangan model underwriting berbasis data yang lebih canggih dan kolaborasi erat dengan ekosistem EV.

Menurut Vincent, kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian ini adalah adaptabilitas. Perusahaan asuransi tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode tradisional. Diperlukan pendekatan yang lebih dinamis untuk menilai profil risiko setiap pengguna kendaraan listrik.