DWJ Manajement - PORTAL

Bos Pajak Buka Suara soal Batas PTKP Mau Dinaikkan

Oleh: DWJ-Manajement • 01 Oct 2026
Bos Pajak Buka Suara soal Batas PTKP Mau Dinaikkan

Keadilan Sosial: Menyesuaikan beban pajak dengan realitas ekonomi terkini agar masyarakat kecil tidak terbebani oleh pajak atas pendapatan yang sebenarnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Latar Belakang Kebijakan: Menjaga Daya Beli di Tengah Dinamika Ekonomi

Keputusan DJP untuk menyiapkan skema kenaikan PTKP ini tidak lepas dari berbagai pertimbangan makroekonomi. Salah satu faktor utama adalah laju inflasi. Ketika harga-harga kebutuhan pokok naik, nilai riil dari pendapatan masyarakat secara otomatis menurun. Jika ambang batas PTKP tidak disesuaikan, maka masyarakat yang secara ekonomi sebenarnya tidak mampu, bisa saja masuk ke dalam kategori wajib pajak karena angka nominal pendapatannya melampaui batas lama.

Selain faktor inflasi, pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat bergantung pada konsumsi domestik juga menjadi alasan krusial. Konsumsi rumah tangga merupakan motor penggerak utama Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dengan memberikan relaksasi pajak melalui kenaikan PTKP, pemerintah secara tidak langsung menyuntikkan likuiditas ke kantong masyarakat. Uang yang semula digunakan untuk membayar pajak, kini dapat dialihkan untuk belanja konsumsi, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda ekonomi lebih cepat.

Dampak Langsung terhadap Masyarakat Kelas Menengah

Masyarakat kelas menengah sering kali disebut sebagai kelompok yang paling rentan secara fiskal. Mereka tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos) secara langsung seperti kelompok masyarakat miskin, namun di sisi lain, mereka memiliki kewajiban pajak yang signifikan.

Dengan adanya kenaikan PTKP, kelompok ini akan merasakan dampak langsung berupa peningkatan sisa gaji setiap bulannya. Meskipun kenaikannya mungkin tidak terlihat drastis secara nominal bagi individu, namun secara agregat di tingkat nasional, hal ini akan menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang besar terhadap ekonomi lokal.

Tantangan bagi Penerimaan Negara

Namun, kebijakan ini tentu bukan tanpa tantangan. Dari perspektif fiskal, kenaikan PTKP berpotensi menurunkan total penerimaan pajak negara dari sektor PPh orang pribadi. Pemerintah harus mampu melakukan kalkulasi yang sangat presisi agar kebijakan ini tidak mengganggu target penerimaan APBN yang telah ditetapkan.

DJP dituntut untuk merumuskan skema revisi yang tidak hanya menguntungkan wajib pajak, tetapi juga tetap menjaga stabilitas kas negara. Strategi yang mungkin diambil adalah dengan menyeimbangkan antara pengurangan beban pajak di lapisan bawah dengan optimalisasi pajak di lapisan atas (high net worth individuals) atau melalui perluasan basis pajak (tax ratio) di sektor-sektor lain yang belum terjamah.