DWJ Manajement - PORTAL

Boy Thohir dan Anindya Bakrie Optimis IHSG Bisa ke 9.000 Lagi, Jika...

Oleh: DWJ-Manajement 10 Jul 2026
Boy Thohir dan Anindya Bakrie Optimis IHSG Bisa ke 9.000 Lagi, Jika...

Di sisi lain, Anindya Bakrie memberikan perspektif yang menekankan pada pentingnya peran pemerintah. Optimisme terhadap IHSG tidak hanya bergantung pada kinerja perusahaan semata, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana pemerintah mengelola iklim investasi dan kepastian hukum di tanah air.

Anindya menekankan bahwa investor, terutama investor asing, sangat sensitif terhadap kebijakan regulasi. Kepastian hukum, kemudahan dalam berbisnis, serta stabilitas kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor penentu apakah aliran modal asing (capital inflow) akan terus mengalir ke pasar modal Indonesia atau justru keluar (capital outflow).

Stabilitas Regulasi dan Kepastian Hukum

Dukungan pemerintah dalam menciptakan ekosistem investasi yang kondusif adalah syarat mutlak. Kebijakan yang pro-pertumbuhan namun tetap menjaga keseimbangan makroekonomi akan memberikan rasa aman bagi para pelaku pasar. Anindya mencatat bahwa langkah-langkah pemerintah dalam melakukan hilirisasi industri dan pembangunan infrastruktur secara masif telah memberikan sinyal positif mengenai arah pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia.

Namun, pemerintah juga harus tetap waspada terhadap dinamika politik dan perubahan kebijakan yang mendadak. Konsistensi dalam menjalankan regulasi yang telah disepakati akan membangun kredibilitas Indonesia di mata investor global. Tanpa adanya kepastian, optimisme terhadap angka 9.000 akan sulit terealisasi karena pasar cenderung menghindari ketidakpastian.

Syarat Utama Menuju Level Psikologis 9.000

Berdasarkan pandangan para tokoh bisnis tersebut, terdapat beberapa variabel kunci yang harus berjalan beriringan agar IHSG dapat mencapai target 9.000. Berikut adalah poin-poin penting yang menjadi penentu:

Stabilitas Makroekonomi: Pengendalian inflasi yang stabil dan pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas 5% akan menjadi daya tarik utama bagi investor.

Kebijakan Moneter yang Terukur: Koordinasi yang baik antara Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga nilai tukar Rupiah serta suku bunga sangat krusial untuk menarik minat investor asing.

Penguatan Tata Kelola Perusahaan (GCG): Perusahaan-perusahaan di BEI harus terus meningkatkan standar transparansi dan tata kelola untuk meminimalisir risiko manipulasi pasar.