Pemerintah melalui Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Badan Pengelola Investasi Danantara resmi mengumumkan rencana ambisius untuk mengembangkan 12 kota masa depan di berbagai wilayah Indonesia. Proyek strategis ini dirancang sebagai kota cerdas (smart city) yang modern, berkelanjutan, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.Fokus utama dari pembangunan megaproyek ini tertuju pada penyediaan infrastruktur terintegrasi serta hunian ramah kantong bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan urbanisasi yang kian pesat sekaligus menekan kesenjangan kebutuhan hunian nasional.Visi Kota Cerdas dan Inklusif Menurut Dony OskariaWakil Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pengembangan 12 kota masa depan ini bukan sekadar membangun kompleks perumahan fisik semata. Proyek ini mengusung transformasi tata kelola ruang perkotaan terpadu dengan standar keberlanjutan global.Dony menjelaskan bahwa pemanfaatan aset negara melalui konsolidasi lahan BUMN akan menjadi tumpuan utama proyek ini. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memangkas biaya perolehan lahan sehingga harga jual hunian menjadi jauh lebih terjangkau bagi publik."Kami ingin memastikan bahwa pembangunan smart city ke depan tidak hanya dinikmati oleh kelompok masyarakat menengah ke atas. Prioritas kami adalah menghadirkan hunian yang layak, modern, dan terjangkau bagi kalangan pekerja dan MBR," tutur Dony.Integrasi Konsep TOD dan Keberlanjutan LingkunganDalam rancangannya, setiap kota masa depan akan mengadopsi model Transit-Oriented Development (TOD). Konsep ini menempatkan kawasan permukiman berdekatan langsung dengan simpul transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan.Integrasi tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi, menekan polusi udara, serta memangkas biaya transportasi bulanan bagi keluarga berpenghasilan rendah.Selain fasilitas mobilitas modern, kota masa depan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur hijau, seperti:Pemanfaatan sistem energi baru terbarukan (EBT) berbasis panel surya atap.Pengelolaan air limbah dan sistem sanitasi sirkular yang higienis.Fasilitas ruang terbuka hijau (RTH) yang luas untuk menjaga kualitas udara dan resapan air.Jaringan internet berkecepatan tinggi serta sistem tata kelola digital untuk layanan publik.Peran Sentral Danantara dalam Skema PembiayaanPembangunan infrastruktur skala besar tentu memerlukan struktur permodalan yang solid dan berkelanjutan. Di sinilah Badan Pengelola Investasi Danantara memainkan peran krusial sebagai orkestrator investasi negara.Danantara bertugas menggalang modal jangka panjang, baik melalui optimalisasi dividen BUMN maupun kemitraan strategis dengan investor global terkemuka. Pendekatan blended finance akan diterapkan untuk menjamin kelayakan komersial tanpa mengorbankan fungsi sosial pemenuhan rumah rakyat.Melalui keterlibatan Danantara, beban belanja modal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat ditekan secara signifikan. Model pembiayaan kreatif ini diharapkan menjadi standar baru pengelolaan proyek infrastruktur nasional di era mendatang.Menjawab Krisis Backlog Perumahan NasionalIsu backlog atau kekurangan kepemilikan hunian di Indonesia hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah besar. Data nasional mencatat jutaan keluarga, terutama dari generasi muda dan MBR, masih belum memiliki rumah pertama yang layak huni.Tingginya harga properti di pusat perkotaan kerap memaksa pekerja tinggal di area pinggiran yang terisolasi dari akses transportasi publik. Kondisi tersebut memicu inefisiensi ekonomi tinggi dan menurunkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.Inisiatif BP BUMN bersama Danantara ini diharapkan menjadi terobosan konkret untuk memangkas kesenjangan tersebut secara sistematis. Dengan menyediakan unit vertikal maupun horizontal yang terintegrasi di kawasan terencana, masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian berkualitas dengan skema cicilan yang ramah.Distribusi Wilayah dan Percepatan Perekonomian DaerahSebanyak 12 lokasi yang dibidik untuk kota masa depan ini tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pemerintah berkomitmen mendorong pemerataan pembangunan dengan menyasar titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga kawasan timur Indonesia.Kehadiran kota-kota baru ini diproyeksikan memberikan efek berganda (multiplier effect) yang masif bagi perekonomian lokal. Sektor industri bahan bangunan, jasa logistik, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan terdampak secara langsung.Proyek konstruksi skala besar ini juga ditargetkan menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal dalam jangka pendek maupun panjang. Kota-kota baru ini kelak dipersiapkan menjadi sentra aktivitas bisnis, perdagangan, dan ekosistem inovasi digital daerah.Sinergi BUMN Konstruksi dan PerbankanGuna merealisasikan target tersebut, BP BUMN akan mengonsolidasikan BUMN karya, penyedia material konstruksi, serta perbankan pelat merah. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) diproyeksikan memegang peranan vital dalam menyalurkan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dan nonsubsidi yang adaptif.Di sisi lain, BUMN konstruksi dan pengembangan properti akan diarahkan untuk menerapkan teknologi konstruksi modular dan efisien guna mempercepat waktu pembangunan tanpa mengurangi kualitas struktur bangunan.KesimpulanRencana pengembangan 12 kota masa depan oleh BP BUMN dan Danantara merupakan langkah strategis yang sangat dinantikan dalam lanskap pembangunan nasional. Melalui pendekatan smart city yang humanis, proyek ini berhasil menempatkan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebagai prioritas utama pembangunan masa depan.Keberhasilan program jangka panjang ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi tata kelola investasi, transparansi pemilihan lokasi, serta koordinasi harmonis antara pemerintah pusat dan daerah. Apabila dieksekusi secara optimal, 12 kota masa depan ini tidak hanya akan menyelesaikan krisis hunian terjangkau, tetapi juga menciptakan fondasi baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tangguh, modern, dan berkeadilan.
BP BUMN Mau Kembangkan 12 Kota Masa Depan, Ini Penjelasan Dony Oskaria
Oleh: DWJ-Manajement
•
16 Oct 2026
Menampilkan Seluruh Artikel
Rekomendasi Untuk Anda
Teknologi
Rincian Total Denda Rp 2,1 Triliun buat DSSA hingga BREN
Oleh: DWJ-Manajement
16 Oct 2026
Teknologi
1.550 Manajer Kopdes Minta Offering Ulang, Kemenkop: Mereka Menyesal Menolak
Oleh: DWJ-Manajement
16 Oct 2026
Teknologi
OJK Sanksi Pihak Terkait DSSA, CUAN dan BREN, Ini Pelanggarannya
Oleh: DWJ-Manajement
16 Oct 2026
Teknologi
BRIS Mau Gelar RUPSLB, Bahas
Oleh: DWJ-Manajement
16 Oct 2026
Teknologi
Ternyata Ini Sosok Dibalik Transaksi Crossing Rp1,12 T di Saham BYAN
Oleh: DWJ-Manajement
15 Oct 2026
Teknologi
Emiten Terafiliasi Prajogo (PTRO) Mau Rights Issue, Duitnya Buat Ini
Oleh: DWJ-Manajement
15 Oct 2026
Teknologi
Menperin Minta Birokrasi Dipermudah, Pelayanan Industri Harus Cepat!
Oleh: DWJ-Manajement
15 Oct 2026
Teknologi
Danantara dan INA Rampungkan Investasi di Proyek CA-EDC Chandra Asri
Oleh: DWJ-Manajement
15 Oct 2026