DWJ Manajement - PORTAL

BPS: Desil Bukan Ukuran Tunggal Kondisi Ekonomi Keluarga

Oleh: DWJ-Manajement 23 Aug 2026
BPS: Desil Bukan Ukuran Tunggal Kondisi Ekonomi Keluarga

Hal inilah yang sering kali menimbulkan bias jika pemerintah hanya menggunakan satu parameter tanpa melihat konteks wilayah dan daya beli riil di lapangan.

Mengapa Desil Tidak Bisa Menjadi Ukuran Tunggal?

BPS menekankan bahwa kondisi ekonomi sebuah keluarga bersifat multidimensi. Mengandalkan desil pengeluaran saja berisiko mengabaikan realitas ekonomi yang sebenarnya dihadapi oleh masyarakat di tingkat akar rumput. Ada beberapa alasan fundamental mengapa pendekatan satu dimensi ini tidak cukup.

1. Perbedaan Geografis dan Biaya Hidup

Kondisi ekonomi sangat dipengaruhi oleh letak geografis. Biaya hidup di Jakarta tentu berbeda jauh dengan di pelosok Papua atau pedalaman Kalimantan. Sebuah keluarga dengan pengeluaran Rp2 juta per bulan mungkin sudah masuk kategori sangat miskin di ibu kota, namun di daerah lain, angka tersebut mungkin masih berada di level menengah. Desil tidak secara otomatis menyesuaikan dengan "harga keranjang belanja" lokal jika tidak dibarengi dengan analisis indeks harga konsumen yang mendalam.

2. Ketimpangan antara Pendapatan dan Pengeluaran

Data desil sering kali berbasis pada tingkat pengeluaran rumah tangga. Padahal, pengeluaran tidak selalu mencerminkan pendapatan asli atau kekayaan (aset) yang dimiliki. Ada fenomena di mana sebuah keluarga memiliki pengeluaran tinggi karena tuntutan gaya hidup atau beban utang, namun sebenarnya mereka memiliki pendapatan yang sangat tipis atau bahkan berada di bawah garis kemiskinan secara riil. Sebaliknya, ada keluarga dengan pendapatan tinggi namun pengeluarannya rendah karena pola konsumsi yang hemat.

3. Kerentanan terhadap Guncangan Ekonomi

Desil sering kali gagal memotret "kerentanan". Kelompok yang berada di Desil 3 atau 4 mungkin secara statistik terlihat "cukup", namun mereka adalah kelompok yang paling rentan jatuh miskin jika terjadi guncangan ekonomi, seperti kenaikan harga BBM, inflasi pangan, atau kehilangan pekerjaan. Mereka tidak cukup miskin untuk mendapat bantuan sosial, tetapi tidak cukup kaya untuk bertahan dari krisis.

Indikator Lain yang Perlu Diintegrasikan

Untuk mendapatkan potret kesejahteraan yang akurat, BPS dan pemerintah menyarankan agar penggunaan desil harus dikombinasikan dengan berbagai indikator kesejahteraan lainnya. Pendekatan multidimensi menjadi kunci agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

Beberapa indikator penting yang harus diperhatikan meliputi:

Pendapatan Riil: Mengukur daya beli nyata masyarakat setelah dikurangi inflasi.