Secara internal, tantangan utama adalah menjaga momentum pertumbuhan di sektor-sektor yang masih lambat. Selain itu, pemerintah perlu memastikan bahwa digitalisasi ekonomi dapat menjangkau hingga ke pelosok daerah agar pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga tersebar merata ke seluruh Indonesia.
Langkah Strategis yang Perlu Diambil
Untuk menjaga stabilitas dan momentum positif ini, beberapa langkah strategis perlu diprioritaskan:
Penguatan Ketahanan Pangan: Memastikan pasokan pangan tetap stabil dan harga terjangkau untuk menjaga inflasi tetap rendah.
Peningkatan Kualitas SDM: Melalui pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan agar tenaga kerja kita mampu bersaing di tengah disrupsi teknologi.
Perluasan Akses Keuangan: Mempermudah akses kredit bagi pelaku UMKM agar mereka dapat naik kelas dan berkontribusi lebih besar pada ekonomi nasional.
Optimalisasi Hilirisasi: Terus mendorong pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi untuk memperkuat struktur industri dalam negeri.
Kesimpulan
Pencapaian ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 yang ditandai dengan pertumbuhan sebesar 5,29 persen dan penurunan jumlah penduduk miskin menjadi 22,93 juta orang adalah prestasi yang patut diapresiasi. Data BPS ini memberikan gambaran bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah badai ekonomi global. Namun, keberhasilan ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, guna memastikan bahwa kemakmuran ekonomi dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia secara merata dan berkesinambungan.