BPS Klaim Pengangguran Turun, Namun Pekerja Informal dan Ojol Justru Menjamur
Penurunan angka pengangguran dibarengi dengan pergeseran tenaga kerja dari sektor formal ke sektor informal.
Angka Pengangguran Nasional Menurun di Agustus 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya tren positif terkait ketersediaan lapangan kerja di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 4,75 persen.
Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, tingkat pengangguran di tanah air berada di angka 4,85 persen.
Secara statistik, penurunan ini memberikan sinyal bahwa lebih banyak masyarakat yang terserap ke dalam pasar kerja. Namun, jika dibedah lebih dalam, terdapat dinamika yang cukup mencolok pada jenis pekerjaan yang diambil.
Fenomena Pergeseran ke Sektor Informal
Meskipun angka pengangguran secara keseluruhan menurun, kualitas lapangan kerja menjadi catatan penting. BPS mencatat adanya pergeseran struktur tenaga kerja yang signifikan di Indonesia.
Jumlah pekerja di sektor formal dilaporkan mengalami penurunan. Hal ini berbanding terbalik dengan sektor informal yang justru mengalami peningkatan pesat.
Maraknya Pekerja Gig dan Driver Ojol
Peningkatan pekerja informal ini kerap dikaitkan dengan menjamurnya sektor ekonomi berbagi atau gig economy. Salah satu fenomena yang paling terlihat adalah meningkatnya jumlah pengemudi ojek online (ojol) dan kurir.
Banyak masyarakat yang terpaksa beralih ke pekerjaan informal karena sulitnya menembus sektor formal yang lebih stabil. Pekerjaan seperti ojol menjadi pilihan utama untuk bertahan hidup di tengah ketatnya persaingan kerja.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun angka pengangguran turun, stabilitas pendapatan pekerja masih menjadi tantangan besar. Pekerja informal umumnya tidak memiliki jaminan sosial dan pendapatan yang tetap seperti pekerja kantoran.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2026 turun menjadi 4,75% dari 4,85% tahun lalu.
Terjadi penurunan jumlah tenaga kerja di sektor formal.
Terjadi lonjakan signifikan pada jumlah pekerja di sektor informal.
Fenomena meningkatnya pekerja ojol menjadi indikator utama pergeseran ini.
Kesimpulan
Penurunan angka pengangguran menurut data BPS merupakan kabar baik bagi stabilitas ekonomi makro. Namun, pemerintah perlu waspada terhadap fenomena "deindustrialisasi dini" di mana pekerja lebih banyak terserap ke sektor informal yang rentan.
Dibutuhkan kebijakan yang lebih kuat untuk menciptakan lapangan kerja formal yang berkualitas agar masyarakat tidak hanya bergantung pada sektor informal demi menyambung hidup.