DWJ Manajement - PORTAL

BPS Ungkap DTSEN Bukan Daftar Penerima Bantuan Sosial

Oleh: DWJ-Manajement 09 Sep 2026
BPS Ungkap DTSEN Bukan Daftar Penerima Bantuan Sosial

BPS Luruskan Salah Kaprah Soal DTSEN: Ini Social Registry, Bukan Daftar Penerima Bansos

JAKARTA - Belakangan ini, muncul berbagai persepsi dan pemahaman yang beragam di tengah masyarakat mengenai Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Banyak pihak yang menganggap bahwa masuknya nama seseorang ke dalam basis data tersebut secara otomatis menjamin bahwa yang bersangkutan akan menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Menanggapi hal tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan klarifikasi penting guna menghindari misinformasi yang dapat memicu ekspektasi berlebih di masyarakat.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa DTSEN tidak boleh disalahartikan sebagai daftar penerima manfaat atau beneficiary registry. Ia menekankan bahwa fungsi utama dari DTSEN adalah sebagai social registry atau registri sosial yang bertujuan untuk memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih komprehensif.

Penjelasan Kepala BPS Mengenai Kedudukan DTSEN

Dalam keterangannya, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa terdapat perbedaan fundamental antara basis data yang bersifat administratif untuk penyaluran bantuan dengan basis data yang bersifat pemetaan kondisi sosial. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa keberadaan data dalam DTSEN hanyalah sebuah potret atau gambaran mengenai kondisi sosial dan ekonomi suatu rumah tangga atau individu pada waktu tertentu.

DTSEN dirancang untuk memberikan gambaran mengenai karakteristik penduduk, tingkat kesejahteraan, hingga akses terhadap layanan dasar. Hal ini mencakup berbagai dimensi, mulai dari kondisi hunian, kepemilikan aset, hingga tingkat pendapatan. Namun, data ini bukanlah sebuah daftar tunggu atau daftar antrean untuk mendapatkan bantuan uang tunai maupun sembako dari pemerintah.

Amalia menyebutkan bahwa kerancuan ini seringkali muncul karena adanya keterkaitan antara data kemiskinan dengan program bantuan sosial. Meskipun data tersebut menjadi salah satu rujukan dalam menentukan kebijakan, namun proses penentuan siapa yang berhak menerima bantuan adalah domain dari kementerian atau lembaga teknis terkait, bukan semata-mata berdasarkan keberadaan nama dalam registri sosial tersebut.

Memahami Perbedaan Social Registry dan Beneficiary Registry

Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam, sangat penting bagi publik untuk membedakan antara konsep social registry yang diusung oleh DTSEN dengan beneficiary registry. Kedua istilah ini sering dianggap sama, padahal memiliki fungsi dan mekanisme kerja yang sangat berbeda dalam tata kelola pemerintahan.

Apa itu Social Registry (Registri Sosial)?

Social registry adalah sebuah sistem basis data yang berfungsi sebagai instrumen pemetaan. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi profil sosial ekonomi penduduk secara luas. Berikut adalah beberapa karakteristik dari sebuah social registry:

Tujuan Pemetaan: Digunakan untuk melihat sebaran kemiskinan, tingkat pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.