DWJ Manajement - PORTAL

BSI Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun

Oleh: DWJ-Manajement 10 Jul 2026
BSI Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun

3. Proteksi Terhadap Inflasi Properti

Harga properti cenderung naik jauh lebih cepat daripada kenaikan upah rata-rata tahunan. Dengan mengunci pembiayaan melalui KPR sejak dini dengan tenor panjang, pekerja dapat segera memiliki aset sebelum harga properti melambung terlalu tinggi di masa mendatang.

Mengapa Memilih KPR Syariah? Kepastian di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Bagi masyarakat yang menginginkan ketenangan dalam mengelola keuangan rumah tangga, KPR Syariah yang ditawarkan oleh BSI memiliki keunggulan fundamental dibandingkan dengan skema konvensional. Dalam sistem syariah, hubungan antara bank dan nasabah bukan sekadar debitur dan kreditur, melainkan kemitraan dalam transaksi jual beli atau sewa menyewa yang jelas akadnya.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa KPR Syariah menjadi pilihan yang lebih aman bagi keluarga:

Cicilan Tetap (Fixed Margin): Berbeda dengan KPR konvensional yang seringkali menggunakan sistem suku bunga mengambang (floating rate) yang bisa melonjak sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi pasar, KPR Syariah menggunakan sistem margin yang disepakati di awal. Hal ini memberikan kepastian jumlah cicilan hingga masa tenor berakhir.

Transparansi Akad: Setiap transaksi dalam perbankan syariah didasarkan pada akad yang jelas, baik itu akad Murabahah (jual beli) maupun akad lainnya. Nasabah mengetahui secara pasti berapa harga rumah yang dibeli, berapa margin bank, dan berapa total yang harus dibayar.

Bebas dari Riba: Bagi masyarakat Muslim, aspek kepatuhan terhadap syariat adalah prioritas utama. KPR Syariah menawarkan solusi hunian tanpa harus bersentuhan dengan praktik bunga (riba) yang dilarang dalam agama.

Ketenangan Psikologis: Dengan cicilan yang tidak akan berubah-ubah, perencanaan keuangan keluarga menjadi lebih terukur. Tidak ada lagi kekhawatiran akan kenaikan cicilan mendadak akibat kebijakan bank sentral atau kondisi ekonomi global.

Mendukung Program Pemerintah dalam Mengatasi Backlog Perumahan

Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait "backlog" perumahan, yaitu selisih antara jumlah rumah yang tersedia dengan jumlah rumah yang dibutuhkan oleh masyarakat. Angka backlog ini masih cukup tinggi, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja di sektor formal.

Kolaborasi antara BSI dan BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat penyediaan hunian layak. Dengan menyediakan instrumen pembiayaan yang lebih panjang dan terjangkau, pemerintah secara tidak langsung membantu meningkatkan daya beli masyarakat terhadap sektor properti.