Untuk mencapai target investasi tersebut dan memperkuat Rupiah, pemerintah dan otoritas terkait perlu melakukan langkah-langkah strategis yang terintegrasi. Tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan moneter Bank Indonesia, tetapi diperlukan sinergi kebijakan fiskal dan reformasi struktural.
Beberapa langkah yang direkomendasikan oleh para ahli antara lain:
Percepatan Hilirisasi Industri: Melanjutkan program hilirisasi untuk memastikan investasi asing masuk ke sektor manufaktur yang memiliki nilai tambah tinggi, bukan hanya sektor ekstraktif.
Kemudahan Berusaha (Ease of Doing Business): Memangkas birokrasi yang berbelit-belit dan memberikan kepastian izin usaha bagi investor asing.
Penguatan Infrastruktur Digital dan Logistik: Mengurangi biaya logistik nasional agar produk Indonesia lebih kompetitif di pasar global.
Stabilitas Politik dan Keamanan: Menjaga iklim investasi yang kondusif melalui stabilitas politik yang terjaga.
Dengan kombinasi antara kebijakan moneter yang pruden dari Bank Indonesia dan kebijakan fiskal yang disiplin dari pemerintah, Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik arus modal tersebut. Fokus pada sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan, teknologi, dan manufaktur akan menjadi kunci dalam menarik investor yang mencari pertumbuhan berkelanjutan.
Kesimpulan
Penguatan nilai tukar Rupiah memerlukan lebih dari sekadar intervensi pasar sesaat; ia membutuhkan fondasi ekonomi yang kuat melalui arus modal masuk yang masif. Kebutuhan investasi asing sebesar US$ 11 miliar merupakan angka krusial untuk menjaga keseimbangan neraca pembayaran dan stabilitas nilai tukar di tengah tekanan global. Keberhasilan dalam menarik modal ini akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam menjaga kredibilitas kebijakan fiskal, memberikan kepastian hukum, dan terus mendorong reformasi struktural yang meningkatkan daya saing nasional di mata dunia. Dengan sinergi yang tepat antara otoritas moneter dan fiskal, Indonesia tidak hanya akan mampu menjaga stabilitas Rupiah, tetapi juga memperkokoh ketahanan ekonominya dalam jangka panjang.