DWJ Manajement - PORTAL

Bukan Cuma Sehari, Asing 5 Hari Berturut Borong Saham Bank

Oleh: DWJ-Manajement 04 Sep 2026
Bukan Cuma Sehari, Asing 5 Hari Berturut Borong Saham Bank

1. BBRI: Fokus pada Kredit Mikro dan Dividen Menarik

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tetap menjadi favorit utama dalam daftar akumulasi asing. Sebagai pemimpin pasar di segmen kredit mikro melalui Holding Ultra Mikro, BBRI dianggap memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap fluktuasi ekonomi. Investor asing melihat BBRI sebagai instrumen yang tidak hanya menawarkan pertumbuhan laba, tetapi juga imbal hasil dividen yang sangat kompetitif.

2. BBCA: Standar Emas Stabilitas Perbankan

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merupakan pilihan wajib bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan manajemen risiko yang sangat prudent. BBCA dikenal memiliki basis dana murah (CASA) yang sangat besar, yang membuat biaya dana (cost of fund) mereka tetap rendah meski di tengah tren suku bunga tinggi. Hal inilah yang membuat BBCA selalu menjadi tujuan utama aliran modal asing untuk menjaga portofolio mereka di pasar negara berkembang (emerging markets).

3. BMRI: Pertumbuhan Korporasi yang Agresif

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga tidak ketinggalan dalam daftar borongan asing. Dengan fokus yang kuat pada segmen korporasi dan transformasi digital yang sukses melalui aplikasi Livin', BMRI berhasil menunjukkan efisiensi operasional yang meningkat. Pertumbuhan kredit korporasi yang sehat membuat BMRI menjadi magnet bagi investor yang mencari pertumbuhan laba jangka panjang.

Mengapa Investor Asing Memilih Sektor Perbankan Sekarang?

Muncul pertanyaan mendasar: mengapa sektor perbankan menjadi target utama akumulasi selama lima hari terakhir? Ada beberapa faktor fundamental dan makroekonomi yang mendasari keputusan besar ini.

Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa sektor perbankan kembali menjadi primadona:

Kinerja Laba yang Solid: Mayoritas bank besar di Indonesia melaporkan pertumbuhan laba bersih yang konsisten. Meskipun menghadapi tantangan suku bunga, kemampuan bank dalam mengelola margin bunga bersih (NIM) tetap terjaga dengan baik.