DWJ Manajement - PORTAL

Bukan HP Lipat Lagi, Samsung Kini Kembangkan HP Layar Gulung

Oleh: DWJ-Manajement 29 Jun 2026
Bukan HP Lipat Lagi, Samsung Kini Kembangkan HP Layar Gulung

Bukan Lagi HP Lipat, Samsung Siapkan Smartphone Layar Gulung 'Galaxy Z Slide' yang Bisa Jadi Tablet

Inovasi revolusioner terbaru dari raksasa teknologi Korea Selatan ini diprediksi akan mengubah lanskap industri smartphone global pada tahun 2028.

Dunia teknologi seluler kembali diguncang oleh kabar ambisius dari Samsung. Setelah sukses memelopori tren ponsel lipat melalui lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini dikabarkan tengah mempersiapkan lompatan berikutnya yang jauh lebih radikal. Bukan lagi soal melipat layar, Samsung dilaporkan tengah mengembangkan teknologi smartphone layar gulung atau rollable smartphone yang diberi kode nama Galaxy Z Slide.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kejenuhan pasar terhadap teknologi layar lipat yang mulai mencapai titik matang. Samsung tampaknya ingin mendefinisikan ulang apa yang kita sebut sebagai "ponsel" dengan menciptakan perangkat yang mampu bertransformasi secara fisik dari ukuran ponsel standar menjadi ukuran tablet yang luas, tanpa memerlukan engsel yang tebal.

Revolusi Layar: Dari Teknologi Lipat Menuju Layar Gulung

Selama beberapa tahun terakhir, Samsung telah mendominasi pasar ponsel layar fleksibel. Kehadiran Galaxy Z Fold telah memberikan pengalaman baru bagi pengguna yang menginginkan produktivitas tinggi dalam satu perangkat. Namun, teknologi lipat memiliki keterbatasan yang sudah cukup umum diketahui pengguna, yakni adanya bekas lipatan (crease) di tengah layar dan ketebalan perangkat saat dalam kondisi terlipat.

Teknologi layar gulung atau rollable hadir sebagai solusi atas kelemahan tersebut. Berbeda dengan layar lipat yang menggunakan engsel mekanis untuk menekuk panel OLED, teknologi rollable bekerja dengan cara menggerakkan panel layar secara horizontal atau vertikal menggunakan motor mikro, sehingga layar dapat memanjang atau memendek layaknya gulungan kertas atau tirai.

Dengan mekanisme ini, Samsung berupaya menciptakan layar yang benar-benar mulus tanpa adanya gangguan visual berupa garis lipatan di tengah. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan estetika perangkat, tetapi juga memberikan pengalaman visual yang jauh lebih imersif bagi pengguna saat menikmati konten video maupun saat melakukan multitasking.

Transformasi Ponsel ke Tablet dalam Satu Genggaman

Salah satu fitur paling menjanjikan dari Galaxy Z Slide adalah kemampuannya untuk berubah ukuran secara dinamis. Bayangkan sebuah perangkat yang saat berada di saku Anda memiliki dimensi yang ramping layaknya ponsel pintar konvensional, namun saat Anda membutuhkannya untuk bekerja atau menonton film, Anda cukup menarik layar tersebut keluar hingga ukurannya menyerupai tablet kecil.

Perubahan ukuran ini bukan sekadar gimik visual. Samsung tampaknya sedang merancang ekosistem perangkat lunak yang dapat menyesuaikan antarmuka secara instan saat layar memanjang. Saat layar dalam mode ponsel, antarmuka akan berfokus pada satu aplikasi tunggal. Namun, begitu layar digulung menjadi lebih lebar, sistem operasi akan secara otomatis mengaktifkan mode multitasking, memungkinkan pengguna menjalankan beberapa aplikasi secara berdampingan layaknya menggunakan tablet premium.

Mengapa Samsung Memilih Teknologi Layar Gulung?

Keputusan Samsung untuk beralih fokus dari sekadar penyempurnaan teknologi lipat ke teknologi gulung bukan tanpa alasan strategis. Ada beberapa faktor kunci yang mendasari arah riset dan pengembangan (R&D) perusahaan ini.