Bantah Laporan Greenpeace, Bumitama Agri dan First Resources Tegaskan Tidak Terlibat Karhutla
Kedua perusahaan besar sektor agribisnis ini memberikan klarifikasi terkait tuduhan kebakaran lahan yang disampaikan oleh lembaga lingkungan internasional.
Dua raksasa sektor agribisnis, Bumitama Agri dan First Resources, angkat bicara mengenai laporan terbaru yang dirilis oleh Greenpeace. Laporan tersebut secara spesifik mengaitkan operasional kedua perusahaan dengan insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Tuduhan ini memicu perhatian publik dan menyoroti isu pengelolaan lingkungan di sektor perkebunan. Namun, pihak manajemen kedua perusahaan segera memberikan respons tegas untuk meluruskan informasi tersebut.
Tuduhan Greenpeace Terkait Kebakaran Lahan
Dalam laporan yang diterbitkan, Greenpeace mengeklaim adanya keterkaitan antara wilayah konsesi yang dikelola oleh Bumitama Agri dan First Resources dengan titik api yang muncul di lapangan. Lembaga lingkungan tersebut menyatakan bahwa kebakaran ini berdampak pada kerusakan ekosistem lokal.
Menanggapi hal itu, kedua perusahaan menyatakan bahwa klaim dalam laporan tersebut tidak berdasar. Mereka menegaskan bahwa temuan tersebut perlu diuji secara ilmiah dan transparan sebelum dijadikan kesimpulan publik.
Komitmen Terhadap Pengelolaan Lahan Berkelanjutan
Bumitama Agri dan First Resources menekankan bahwa mereka telah menjalankan prosedur operasional standar yang sangat ketat. Perusahaan memastikan bahwa seluruh aktivitas pengelolaan lahan dilakukan dengan mematuhi regulasi pemerintah Indonesia.
Untuk menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, perusahaan juga telah menerapkan berbagai langkah mitigasi risiko kebakaran. Berikut adalah poin-poin utama dalam komitmen keberlanjutan mereka:
Penerapan kebijakan nol pembakaran (zero burning policy) secara konsisten di seluruh area operasional.
Pemantauan area konsesi secara rutin menggunakan teknologi pemantauan titik api terkini.
Kepatuhan penuh terhadap standar sertifikasi keberlanjutan yang diakui secara nasional maupun internasional.
Pihak perusahaan juga menambahkan bahwa mereka terus bekerja sama dengan otoritas setempat untuk melakukan pencegahan dini. Hal ini dilakukan guna memastikan stabilitas ekosistem di sekitar wilayah kerja mereka tetap terjaga.
Kesimpulan
Meskipun mendapatkan tekanan dari laporan Greenpeace, Bumitama Agri dan First Resources tetap pada posisi mereka untuk membantah keterlibatan dalam karhutla. Kedua perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi dan memperkuat praktik pengelolaan lahan yang ramah lingkungan demi menjaga kelestarian hutan Indonesia.