DWJ Manajement - PORTAL

BUMN Dirampingkan, Prabowo Targetkan Hemat Rp70 Triliun di Akhir 2026

Oleh: DWJ-Manajement 14 Aug 2026
BUMN Dirampingkan, Prabowo Targetkan Hemat Rp70 Triliun di Akhir 2026

Target penghematan sebesar Rp70 triliun yang dipatok hingga akhir 2026 merupakan angka yang sangat ambisius namun terukur. Angka ini tidak akan didapatkan dari satu sumber tunggal, melainkan melalui kombinasi berbagai strategi efisiensi di berbagai lini bisnis BUMN.

Pemerintah berencana mengambil potensi penghematan tersebut dari beberapa kanal utama, di antaranya:

1. Konsolidasi Melalui Holdingisasi

Melanjutkan dan memperkuat tren pembentukan holding BUMN. Dengan menyatukan perusahaan-perusahaan sejenis ke dalam satu payung induk, pemerintah dapat mengurangi duplikasi fungsi manajemen, menyatukan sistem pengadaan barang dan jasa (procurement), serta mengoptimalkan rantai pasok secara terintegrasi.

2. Pengurangan Biaya Operasional dan Overhead

Digitalisasi proses bisnis dan penyederhanaan struktur organisasi akan menjadi kunci. Dengan memangkas lapisan birokrasi yang tidak perlu, BUMN diharapkan dapat bergerak lebih efisien dengan biaya administrasi yang jauh lebih rendah.

3. Penutupan atau Privatisasi Unit Bisnis Non-Inti

BUMN akan didorong untuk fokus pada bisnis inti (core business) mereka. Unit-unit bisnis yang tidak strategis atau terus-menerus merugi akan dievaluasi secara ketat; pilihannya adalah dilepas melalui privatisasi, digabungkan dengan entitas lain, atau ditutup secara permanen jika sudah tidak relevan dengan mandat negara.

4. Optimalisasi Manajemen Utang

Perampingan juga mencakup manajemen portofolio keuangan yang lebih sehat. Dengan struktur yang lebih ramping, beban bunga utang dari perusahaan-perusahaan yang selama ini "menjerat" APBN dapat diminimalisir melalui restrukturisasi keuangan yang lebih disiplin.

Sektor-Sektor yang Menjadi Fokus Perampingan

Meskipun pemerintah belum merinci secara detail daftar perusahaan mana saja yang akan terdampak, pengamat ekonomi memprediksi bahwa sektor-sektor dengan tingkat kompetisi tinggi dan tumpang tindih fungsi akan menjadi sasaran utama. Sektor-sektor tersebut meliputi:

Sektor Konstruksi dan Infrastruktur: Mengingat banyaknya BUMN karya yang memiliki beban utang tinggi, konsolidasi di sektor ini dianggap sangat mendesak untuk mencegah risiko sistemik.

Sektor Perbankan dan Keuangan: Penguatan peran bank-bank besar melalui integrasi layanan digital dan konsolidasi peran bank pembangunan daerah atau bank khusus.