DWJ Manajement - PORTAL

Bundaran HI, Langkah Kaki, dan Kota Kecil di Bawah Tanah

Oleh: DWJ-Manajement 26 Aug 2026
Bundaran HI, Langkah Kaki, dan Kota Kecil di Bawah Tanah

Keamanan dan Kenyamanan: Standar keamanan tinggi yang membuat mobilitas bawah tanah terasa jauh lebih terprediksi dibandingkan dengan ketidakpastian di jalan raya.

Keberadaan infrastruktur bawah tanah ini memberikan solusi atas keterbatasan lahan di permukaan. Ketika ruang di atas tanah semakin padat dan mahal, maka pengembangan vertikal ke bawah menjadi pilihan logis untuk menciptakan efisiensi ruang di pusat kota.

Budaya Berjalan Kaki: Mengembalikan Hak Pejalan Kaki

Selain keajaiban di bawah tanah, perubahan yang paling dirasakan secara langsung oleh warga adalah kenyamanan berjalan kaki di sekitar Bundaran HI. Selama bertahun-tahun, pejalan kaki di Jakarta seringkali dianaktirikan. Trotoar yang sempit, tidak rata, dan terputus oleh tiang listrik atau pedagang kaki lima membuat aktivitas berjalan kaki menjadi sebuah tantangan, bukan sebuah kenyamanan.

Namun, melalui revitalisasi trotoar di kawasan Bundaran HI dan sekitarnya, pemerintah mulai mengembalikan hak warga atas ruang publik yang manusiawi. Langkah kaki kini menjadi bagian dari harmoni kota. Trotoar yang lebar, bersih, dan memiliki estetika yang baik telah mengubah cara orang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Fenomena ini membawa dampak psikologis dan sosial yang signifikan. Ketika sebuah kota dirancang untuk pejalan kaki, tingkat interaksi sosial cenderung meningkat. Orang-orang tidak lagi hanya berpindah dari titik A ke titik B dengan terburu-buru di dalam mobil yang tertutup rapat, tetapi mereka mulai melihat, menghirup udara, dan merasakan denyut kehidupan kota secara langsung. Hal inilah yang menciptakan rasa memiliki terhadap ruang kota.

Mengapa Walkability Sangat Penting bagi Jakarta?

Membangun budaya jalan kaki di megapolitan seperti Jakarta bukan perkara mudah, namun sangat krusial karena beberapa alasan berikut:

Pengurangan Emisi Karbon: Semakin banyak orang yang memilih berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum ke stasiun terdekat, semakin rendah ketergantungan pada kendaraan pribadi, yang secara langsung mengurangi polusi udara.

Kesehatan Masyarakat: Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki secara rutin dapat meningkatkan kualitas kesehatan warga secara keseluruhan.

Efisiensi Ekonomi: Kawasan yang ramah pejalan kaki cenderung lebih hidup secara ekonomi karena meningkatkan footfall atau jumlah kunjungan orang ke toko-toko dan usaha di sepanjang jalur pedestrian.